Lingkungan Kerja


Lingkungan kerja merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan
kinerja karyawan. Karena Lingkungan kerja mempunyai pengaruh
langsungterhadap karyawan didalam menyelesaikan pekerjaan yang pada akhirnya
akan meningkatkan kinerja organisasi. Suatu kondisi lingkungan kerja dikatakan
baik apabila karyawan dapat melaksanakan kegiatan secara optimal, sehat, aman,
dan nyaman. Oleh karena itu penentuan dan penciptaan lingkungan kerja yang
baik akan sangat menentukan keberhasilan pencapaian tujuan organisasi.
Sebaliknya apabila lingkungan kerja yang tidak baik akan dapat menurunkan
motivasi serta semangat kerja dan akhirnya dapat menurunkan kinerja karyawan.
Supardi (2003:37), menyatakan lingkungan kerja merupakan keadaan sekitar
tempat kerja baik secara fisik maupun non fisik yang dapat memberikan kesan
menyenangkan, mengamankan, menentramkan dan kesan betah bekerja dan lain
sebagainya.
Kondisi dan suasana lingkungan kerja yang baik akan dapat tercipta dengan
adanya penyusunan organisasi secara baik dan benar sebagaimana yang dikatakan
oleh Sarwoto ( 1991) bahwa suasana kerja yang baik dihasilkan terutama dalam
organisasi yang tersusun secara baik, sedangkan suasana kerja yang kurang baik
banyak ditimbulkan oleh organisasi yang tidak tersusun dengan baik pula. Dari
pendapat tersebut dapat diterangkan bahwa terciptanya suasana kerja sangat
dipengaruhi oleh struktur organisasi yang ada dalam organisasi tersebut. Menurut
Sedarmayanti ( 2001 ) menyatakan bahwa secara garis besar, jenislingkungan
kerja terbagi menjadi 2 yaitu:

  1. Lingkungan Kerja Fisik Lingkungan kerja fisik adalah semua keadaan
    berbentuk fisik yang terdapat di sekitar tempat kerja yang dapat mempengaruhi
    karyawan baik secara langsung maupun secara tidak langsung ( Sedarmayanti,
    2001 ). Menurut Komarudin ( 2002 ) Lingkungan kerja fisik adalah
    keseluruhan atau setiap aspek dari gejala fisik dan sosial – kultural yang
    mengelilingi atau mempengaruhi individu. Menurut Alex S. Nitisemito ( 2002 )
    Lingkungan kerja fisik adalah segala sesuatu yang ada di sekitar para pekerja
    yang dapat mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas – tugas yang
    dibebankan, misalnya penerangan, suhu udara, ruang gerak, keamanan,
    kebersihan, musik dan lain-lain. Berdasarkan definisi tersebut bahwa
    lingkungan kerja fisik adalah segala sesuatu yang ada di sekitar tempat kerja
    karyawan lebih banyak berfokus pada benda – benda dan situasi sekitar tempat
    kerja sehingga dapat mempengaruhi karyawan dalam melaksanakan tugasnya,
    Masalah lingkungan kerja dalam suatu organisasi sangat penting, dalam hal ini
    diperlukan adanya pengaturan maupun penataan faktor – faktor lingkungan
    kerja fisik dalam penyelenggaraan aktivitas organisasi. Faktor – faktor
    lingkungan kerja fisik adalah sebagai berikut:
  2. Pewarnaan masalah warna dapat berpengaruh terhadap karyawan didalam
    melaksanakan pekerjaan, akan tetapi banyak perusahaan yang kurang
    memperhatikan masalah warna. Dengan demikian pengaturan hendaknya
    memberi manfaat, sehingga dapat meningkatkan semangat kerja karyawan.
    Pewarnaan pada dinding ruang kerja hendaknya mempergunakan warna
    yang lembut.
  3. Penerangan penerangan dalam ruang kerja karyawan memegang peranan
    yang sangat penting dalam meningkatkan semangat karyawan sehingga
    mereka akan dapat menunjukkan hasil kerja yang baik, yang berarti bahwa
    penerangan tempat kerjabahwa penerangan tempat kerja yang cukup sangat
    membantu berhasilnya kegiatan-kegiatan operasional organisasi.
  4. Udara di dalam ruangan kerja karyawan dibutuhkan udara yang cukup,
    dimana dengan adanya pertukaran udara yang cukup, akan menyebabkan
    kesegaran fisik dari karyawan tersebut. Suhu udara yang terlalu panas akan
    menurunkan semangat kerja karyawan di dalam melaksanakan pekerjaan.
  5. Suara bising Suara yang bunyi bisa sangat menganggu para karyawan dalam
    bekerja. Suara bising tersebut dapat merusak konsentrasi kerja karyawan
    sehingga kinerja karyawan bisa menjadi tidak optimal. Oleh karena itu
    setiap organisasi harus selalu berusaha untuk menghilangkan suara bising
    tersebut atau paling tidak menekannya untuk memperkecil suara bising
    tersebut. Kemampuan organisasi didalam menyediakan dana untuk
    keperluan pengendalian suara bising tersebut, juga merupakan salah satu
    faktor yang menentukan pilihan cara pengendalian suara bising dalam suatu
    organisasi.
  6. Ruang gerak suatu organisasi sebaiknya karyawan yang bekerja mendapat
    tempat yang cukup untuk melaksanakan pekerjaan atau tugas. Karyawan
    tidak mungkin dapat bekerja dengan tenang dan maksimal jika tempat yang
    tersedia tidak dapat memberikan kenyamanan. Dengan demikian ruanggerak
    untuk tempat karyawan bekerja seharusnya direncanakan terlebih dahulu
    agar para karyawan tidak terganggu di dalam melaksanakan pekerjaan
    disamping itu juga perusahaan harus dapat menghindari dari pemborosan
    dan menekan pengeluaran biaya yang banyak.
  7. Keamanan rasa aman bagi karyawan sangat berpengaruh terhadap semangat
    kerja dan kinerja karyawan. Di sini yang dimaksud dengan keamanan yaitu
    keamanan yang dapat dimasukkan ke dalam lingkungan kerja fisik. Jika di
    tempat kerja tidak aman karyawan tersebut akan menjadi gelisah, tidak bisa
    berkonsentrasi dengan pekerjaannya serta semangat kerja karyawan tersebut
    akan mengalami penurunan. Oleh karena itu sebaiknya suatu organisasi
    terus berusaha untuk menciptakan dan mempertahankan suatu keadaan dan
    suasana aman tersebut sehingga karyawan merasa senang dan nyaman
    dalam bekerja.
  8. Kebersihan lingkungan kerja yang bersih akan menciptakan keadaan
    disekitarnya menjadi sehat. Oleh karena itu setiap organisasi hendaknya
    selalu menjaga kebersihan lingkungan kerja. Dengan adanya lingkungan
    yang bersih karyawan akan merasa senang sehingga kinerja karyawan akan
    meningkat.
  9. Lingkungan Kerja Non Fisik Lingkungan kerja non fisik adalah semua keadaan
    yang terjadi yang berkaitan dengan hubungan kerja, baik hubungan dengan
    atasan maupun hubungan dengan bawahan sesama rekan kerja, ataupun
    hubungan dengan bawahan ( Sedamayanti, 2001 ). Lingkungan kerja non fisik
    ini tidak kalah pentingnya dengan lingkungan kerja fisik. Semangat kerja
    karyawan sangat dipengaruhi oleh keadaan lingkungan kerja non fisik,
    misalnya hubungan dengan sesama karyawan dan dengan pemimpinnya.
    Apabila hubungan seorang karyawan dengan karyawan lain dan dengan
    pimpinan berjalan dengan sangat baik maka akan dapat membuat karyawan
    merasa lebih nyaman berada di lingkungan kerjanya. Dengan begitu semangat
    kerja karyawan akan meningkat dan kinerja pun juga akan ikut meningkat. Ada
    5 aspek lingkungan kerja non fisik yang bisa mempengaruhi perilaku
    karyawan, yaitu:
  10. Struktur kerja, yaitu sejauh mana bahwa pekerjaan yang diberikan
    kepadanya memiliki struktur kerja dan organisasi yang baik.
  11. Tanggung jawab kerja, yaitu sejauh mana pekerja merasakan bahwa
    pekerjaan mengerti tanggung jawab mereka serta bertanggung jawab atas
    tindakan mereka.
  12. Perhatian dan dukungan pemimpin, yaitu sejauh mana karyawan
    merasakan bahwa pimpinan sering memberikan pengarahan, keyakinan,
    perhatian serta menghargai mereka.
  13. Kerja sama antar kelompok, yaitu sejauh mana karyawan merasakan ada
    kerjasama yang baik diantara kelompok kerja yang ada.
  14. Kelancaran komunikasi, yaitu sejauh mana karyawan merasakan adanya
    komunikasi yang baik, terbuka, dan lancar, baik antara teman sekerja
    ataupun dengan pimpinan.