Indikator Peniliain Kinerja


Pelaksanaan penilaian kinerja sangat berpengaruh dalam suatu organisasi.
Salah satu tujuannya adalah untuk mengetahui hasil kerja dari seseorang atau
kelompok atau bahkan organisasi itu sendiri sehingga organisasi dapat mengambil
langkah berikutnya agar produktivitas kerja karyawan bisa lebih ditingkatkan
guna untuk mencapai tujuan dari perusahaan. Untuk melaksanakan penilaian
kinerja tentunya dibutuhkan analisis terkait indikator-indikator penting dalam
penilaian kinerja. Berikut merupakan indikator kinerja menurut (Saefullah, 2022)
:

  1. Validity : merujuk pada kecocokan standar tersebut dengan jenis
    pekerjaan yang dinilai. Artinya, standar tersebut benar-benar sesuai
    dan relevan dengan pekerjaan yang akan dinilai.
  2. Agreement : mengindikasikan bahwa standar penilaian telah disetujui
    dan diterima oleh semua pegawai yang akan dinilai. Hal ini terkait
    dengan prinsip keabsahan di atas.
  3. Realism : menunjukkan bahwa standar penilaian dapat dicapai oleh
    para pegawai dan sesuai dengan kemampuan mereka.
  4. Objective : berarti standar tersebut adil dan mampu mencerminkan
    keadaan sebenarnya tanpa ada penambahan atau pengurangan fakta,
    serta sulit dipengaruhi oleh bias penilai.
    Sedangkan menurut Pratama dan Sukarno (2021) indikator penilaian kinerja
    terdiri dari :
  5. Absensi
  6. Kejujuran
  7. Tanggung jawab
  8. Kemampuan/ hasil kerja
  9. Loyalitas
  10. Kepatuhan
  11. Kerjasama
  12. Kepemimpinan
  13. Prakarsa
  14. Reward
  15. Upah
  16. Gaji