Bias Dalam Penilaian Kinerja


Bias merupakan salah satu faktor negatif yang sulit dihindari dalam proses
penilaian kinerja. Dalam konteks Bahasa Indonesia, bias diartikan sebagai
prasangka atau kecenderungan yang dapat memberikan keuntungan namun juga
berpotensi merugikan pihak tertentu. Sikap ini mencerminkan pandangan tidak
objektif yang umumnya dipengaruhi oleh pengalaman pribadi atau kondisi
emosional individu yang melakukan penilaian. Bias memiliki beberapa bentuk
yang kerap muncul dalam proses penilaian kinerja, antara lain:
a. Halo Effect atau kesan pertama yang memengaruhi penilaian secara
keseluruhan.
b. Leniency and Severity effect yaitu kecenderungan untuuk bersikap
terlalu lunak atau terlalu keras.
c. Central Tendency yaitu kebiasaan menilai pada titik rata-rata tanpa
mempertimbangkan perbedaan nyata.
d. Assimilation Effect yaitu kecenderungan untuk memperkuat
keyakinan atau asumsi yang sudah dimiliki.
e. Differential Effect yang menunjukkan adanya perbedaan hasil
penilaian antara individu.
f. First Impression Error yaitu kegaagalan dalam menilai secara objektif
akibat terlalu terpengaruh oleh kesan awal.
g. Recency Effect yakni fokus berlebihan pada informasi atau kejadian
terbaru dengan mengabaikan data penting sebelumnya.