Proses Pengambilan Keputusan Konsumen


Menurut Kotler dan Keller (2012 : 166) dalam (Nurdiansyah, 2017
: 19) Proses pengambilan keputusan pembelian konsumen terdiri
dari lima tahap yang dilakukan oleh seorang konsumen sebelum
sampai pada keputusan pembelian dan selanjutnya pasca pembelian.
Lima tahap tersebut meliputi sebagai berikut :
1) Pengenalan Masalah
Proses pembelian dimulai ketika pembeli mengenali masalah
atau kebutuhan. Kebutuhan tersebut dapat dicetuskan oleh
rangsangan internal (kebutuhan umum seseorang) atau eksternal
rangsangan pihak luar (iklan).
2) Pencarian Informasi
Konsumen yang terangsang kebutuhannya akan mulai terdorong
untuk mencari informasi yang lebih banyak. Konsumen dalam
tahap ini dapat dibagi menjadi dua level. Pertama menguatkan
perhatian, level ini menunjukkan situasi bersifat lebih ringan,
hanya sekedar lebih peka pada informasi produk. Kedua, aktif
mencari informasi. Konsumen akan lebih aktif untuk mencari
informasi melalui bahan bacaan, menelpon teman maupun
mengunjungi toko untuk mempelajari suatu produk.
3) Evaluasi Alternatif
Tidak ada proses evaluasi tunggal sederhana yang digunakan
oleh semua konsumen atau oleh satu konsumen dalam semua
situasi pembelian. Beberapa konsep dasar akan dapat membantu
pemahaman terhadap proses evaluasi konsumen. Pertama,
konsumen berusaha memenuhi kebutuhan. Kedua, konsument
mencari manfaat tertentu dari solusi produk. Ketiga, konsumen
memandang masing-masing produk sebagai sekumpulan atribut
dengan kemampuan yang berbeda dalam memberikan manfaat
untuk memuaskan kebutuhan.
4) Keputusan Pembelian
Sifat melakukan maksud pembelian, konsumen dapat
mengambil lima sub keputusan yaitu merek, dealer, kuantitas,
waktu dan metode. Melakukan pembelian produk sehari-hari
keputusan yang diambil lebih kecil. Beberapa kasus
menunjukkan konsumen bisa mengambil keputusan untuk tidak
secara formal mengevaluasi setiap merek.
5) Perilaku Pasca Pembelian
Setelah pembelian, konsumen mungkin mengalami
ketidaksesuaian karena memperhatikan fitur-fitur tertentu yang
mengganggu atau mendengar hal yang menyenangkan tentang
merek lain. Tugas pemasar tidak berakhir begitu saja ketika
produk dibeli. Pemasar harus memantau kepuasan pasca
pembelian, tindakan pasca pembelian dan pemakaian produk
pasca pembelian.