Pengukuran Brand Image (citra merek)


Pengukuran citra adalah subjektif, artinya tidak ada ketentuan baku
untuk pengukuran citra merek (brand image). Bahwa pengukuran
citra merek dapat dilakukan berdasarkan pada aspek sebuah merek
yaitu :
1) Strengthness (Kekuatan)
Keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh merek yang bersifat
fisik dan tidak ditemukan pada merek lainnya. Keunggulan
merek ini mengacu pada atribut-atribut fisik atas merek tersebut
sehingga biasa dianggap sebagai sebuah kelebihan dibandingkan
dengan merek lain, yang termasuk pada kelompok. Strengthness
ini antara lain : fisik produk, keberfungsian semua fasilitas
produk, harga produk, maupun penampilan fasilitas pendukung
dari produk tersebut.
2) Uniqueness (Keunikan)
Kemampuan untuk membedakan sebuah merek diantara merekmerek lainnya. Kesan unik ini muncul dari atribut produk,
menjadi kesan unik berarti terdapat diferensiasi antara produk
satu dengan produk lainnya. Termasuk dalam kelompok unik ini
antara lain: variasi layanan yang biasa diberikan sebuah produk,
variasi harga produk-produk yang bersangkutan maupun
diferensiasi dan penampilan fisik sebuah produk.
3) Favorable (Kesukaan)
Mengarah pada kemampuan merek tersebut agar mudah diingat
oleh konsumen, yang termasuk dalam kelompok. Favorable ini
antara lain: kemudahan merek tersebut diucapkan, kemampuan
merek untuk tetap diingat oleh pelanggan, maupun kesesuaian
antara kesan merek dibenak pelanggan dengan citra yang
diinginkan perusahaan atas merek yang bersangkutan.