Dapat didefinisikan bahwa citra merek adalah suatu penggambaran sifat–sifat
ekstrinsik produk maupun layanan, termasuk usaha merek dalam memenuhi kebutuhan
sosial ataupun psikologis bagi pelanggannya (Kotler & Keller, 2016). Citra merek
merupakan keseluruhan persepsi terhadap produk atau merek yang dibentuk dari
informasi dan pengalaman masa lalu terhadap produk atau merek itu (Dedhy Pratama,
2017).
Citra merek ((brand image) merupakan serangkaian asosiasi yang ada dalam
benak konsumen terhadap suatu merek (Alma, 2004:375). Hubungan terhadap suatu
merek akan semakin kuat jika berdasarkan pengalaman dan berbagai informasi.
Berdasarkan pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa citra merek merupakan
sebuah pemikiran yang ada didalam benak masyarakat tentang suatu barang atau jasa
yang telah mereka kenal dan telah mereka gunakan atau dikonsumsi.
Citra merek (brand image) adalah serangkaian asosiasi yang dipersepsikan oleh
individu sepanjang waktu, sebagai hasil pengalaman langsung maupun tidak langsung
atas sebuah merek (Tjiptono, 2011). Menurut Setiadi (2013) brand image adalah
representasi dari keseluruhan persepsi terhadap merek dan dibentuk dari informasi dan
pengalaman masa lalu terhadap merek itu. Citra produk yang baik akan
menguntungkan perusahaan karena secara tidak sadar konsumen akan
merekomendasikan produk tersebut kepada orang lain. Sebaliknya, citra produk yang
buruk akan menyebabkan konsumen menyebarkan informasi buruk kepada orang lain.
