Brand menurut Lalaounis (2021, p. 18) merupakan nama, istilah, tanda,
simbol, desain, atau kombinasi dari semua yang dimaksudkan untuk
mengidentifikasi barang dan jasa dari satu penjual atau kelompok penjual dan untuk
membedakannya dari pesaing. Brand Image merupakan kesan, keyakinan dan ide
yang dimiliki oleh seseorang terhadap suatu merek. Brand image menurut Maitriani
& Nizar (2020) adalah persepsi atau pemahaman seorang konsumen tentang sebuah
merek yang dimana tertanam dibenak seseorang konsumen dan asosiasi yang muncul
di pikiran ketika mendengar sebuah nama atau slogan. Merek sangat penting bagi
konsumen karena merek merupakan perangkat simbolis dari sebuah brand itu sendiri,
Merek memungkinkan konsumen untuk memuaskan tidak hanya untuk kebutuhan
fungsional mereka tetapi juga kebutuhan emosional mereka (Lalaounis, 2021, p. 31).
Citra terhadap merek berhubungan dengan sebuah keyakinan calon pembeli untuk
mengambil keputusan pembelian, pelanggan atau konsumen yang memilik citra yang
baik terhadap suatu merek, akan lebih memungkinkan untuk melakukan pembelian
produk. Konsumen cendrung akan lebih memilih merek yang sudah dikenal karena
mereka akan merasa aman dan percaya dengan sesuatu yang sudah dikenal dan
kualitasnya dapat dipertanggungjawabkan (Agustini & Suasana, 2020). Dapat
disadari secara tidak langsung baik dan buruknya sebuah citra merek dapat ditentukan
sejak konsumen melihat produk dari sebuah merek hingga konsumen telah membeli
atau menggunakan produk tersebut. Hal tersebut akan membuat konsumen memilih
produk dari merek mana yang memiliki kualitas yang baik dan yang sama sekali tidak
memiliki kualitas (Amalia, 2019).
Selanjutnya, menurut Febriani & Khairusy (2020) bahwa citra merek yang
baik akan meyakinkan konsumen untuk mengambil keputusan pembelian produk
karena karakteristik produk seperti kualitas, desain, dan daya tarik produk mampu
menunjukkan kemampuannya memenuhi kebutuhan konsumen sehingga menciptakan
asosiasi yang positif terhadap merek. Menurut Lalaounis (2021, p. 50)
menyampaikan bahwa ada beberapa faktor yang membentuk indikator-indikator citra
merek, yakni:
1) Kekuatan asosiasi merek, yaitu hal ini mengenai bagaimana suatu informasi bisa
masuk, terproses dan tertanam didalam benak konsumen sehingga menjadi bagian
dari citra merek.
2) Keuntungan asosiasi merek, yaitu hal ini mengenai bagaimana perusahaan
berhasil mendapatkan kepercayaan konsumen dan unggul dalam persaingan
terhadap kualitas yang diberikan dan dapat memenuhi kebutuhan serta
memuaskan konsumen.
3) Keunikan asosiasi merek, yaitu hal ini mengenai sebuah merek harus unggul dan
memiliki ciri khas atau daya tarik tersendiri terhadap fungsi produk, atribut
produk dan citra produk yang diminati konsumen.
