Menurut Kumbara (2021) menyatakan bahwa kualitas produk merupakan
kemampuan sebuah produk untuk menunjukkan fungsinya dalam memuaskan
kebutuhan dan keinginan konsumen. Kemampuan tersebut termasuk ketelitian, daya
tahan dan kehandalan yang terdapat pada produk secara keseluruhan. Artinya, sebuah
brand harus berusaha meningkatkan kualitas produknya, karena semakin baik
kualitas produk yang diberikan kepada konsumen semakin tercapai harapan
konsumen terhadap produk tersebut (Putri, 2022, p. 1) Sehingga, suatu produk dapat
dikatakan semakin berkualitas apabila semakin memenuhi harapan konsumen
(Martiana & Apriani, 2019). Hal ini bertujuan untuk menjaga agar produk yang
dihasilkan bisa memenuhi standar yang sudah ditetapkan sehingga konsumen tidak
akan kehilangan kepercayaan terhadap produk yang bersangkutan.
Pengalaman pelanggan dalam membeli produk yang baik atau buruk akan
mempengaruhi konsumen untuk melakukan pembelian Kembali atau tidak
(Sukmawati, 2018). Oleh karena itu, pelaku usaha harus mampu menciptakan produk
yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. kebutuhan yang tidak dapat
memenuhi harapan konsumen, haruslah cepat direspon oleh pelaku usaha, yaitu
dengan upaya pengembangan produk sesuai dengan harapan konsumen tersebut. Jika
hal tersebut dapat dilaksanakan oleh sebuah brand, maka brand tersebut tetap dapat
memuaskan para konsumen dan dapat menambah jumlah konsumen (Kumbara,
2021). Adapun indikator kualitas produk menurut Kotler, et al. (2022, p. 187-188)
adalah sebagai berikut:
1) Fungsi inti, untuk menciptakan nilai pelanggan dan memberikan manfaat
2) Fitur, karakteristik produk yang dirancang untuk menyempurnakan fungsi produk
atau menambah ketertarikan konsumen terhadap produk.
3) Kualitas Kinerja, berhubungan dengan karakteristik operasi dasar dari sebuah
produk.
4) Kesesuaian dengan spesifikasi, sejauh mana karakteristik operasi dasar dari sebuah
produk memenuhi spesifikasi tertentu dari konsumen atau tidak ditemukannya
cacat pada produk.
5) Daya Tahan, berapa lama umur produk yang bersangkutan dapat bertahan sebelum
produk tersebut harus diganti, semakin tinggi tingkat frekuensi pemakaian
konsumen terhadap produk maka semakin besar pula daya tahan produk.
6) Keandalan, ukuran probabilitas bahwa suatu produk tidak akan mengalami
kerusakan dalam jangka waktu tertentu.
7) Membentuk, produk dapat dibedakan berdasarkan bentuk, ukuran dan struktur
fisik suatu produk
8) Gaya, berhubungan dengan bagaimana tampilan sebuah produk dan mempunyai
ciri khas yang sulit ditiru
9) Desain, fitur yang mempengaruhi tampilan, rasa dan fungsi dari sebuah produk
sesuai dengan kebutuhan pelanggan
