Supply chain


Perkembangan bisnis saat ini diindikasikan dengan adanya perkembangan
teknologi yang cepat, pendeknya siklus hidup produk (product life cycle) dan
intensifnya persaingan antar perusahaan. Kondisi ini memaksa perusahaan
untuk mengembangkan cara baru dalam mencapai keunggulan kompetitif. Hal
ini sangat tergantung dari efisiensi dan produktivitas antar area fungsi dalam
perusahaan, untuk lebih responsif terhadap kebutuhan konsumen dan
permintaan pasar. Produk yang disampaikan kepada konsumen tidak hanya
berkualitas tinggi tetapi juga strategi pengirimannya cepat. Atas dasar hal
tersebut maka dibutuhkan jejaring bisnis atau manajemen rantai pasokan
(supply chain management) yang efektif.
Supply chain management merupakan suatu set pendekatan yang digunakan
untuk efisiensi integrasi pemasok, produsen, gudang dan toko-toko, sehingga
barang diproduksi dan didistribusikan dalam jumlah yang tepat, di lokasi yang
tepat dan pada waktu yang tepat untuk meminimalkan seluruh sistem biaya
dengan persyaratan tingkat layanan yang memuaskan (Levi et al, 2000).
Menurut Suparno (2004), manajemen supply chain adalah sekelompok
pendekatan yang diterapkan untuk mengintegrasikan para pemasok, pusat
manufaktur, warehouse, pusat distribusi dan penjual secara efisien sedemikian
sehingga barang dapat diproduksi dan didistribusikan dengan jumlah yang
tepat, ke lokasi yang benar dalam waktu yang tepat dan biaya keseluruhan yang
minimum. Perbaikan sebuah proses supply chain hanya dapat dilakukan
apabila dapat diketahui bagaimana kinerja dari proses bisnis tersebut. Langkah
awal yang mungkin dapat dilakukan adalah memetakan proses bisnis. Supply
chain dapat dibagi atas dua proses yang terintegrasi yaitu:

  1. Production planning and inventory control process;
  2. Distribution and logistics process