Menurut Freddy Rangkuti (2005) Analisis SWOT adalah identifikasi
berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan. Analisis
ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (strengths) dan
peluang (opportunities), namun secara bersamaan dapat meminimalkan
kelemahan (weakness) dan ancaman (threats) Proses pengambilan keputusan
strategis selalu berkaitan dengan pengembangan misi, tujuan, strategi dan
kebijakan perusahaan. Dengan demikian perencanaan strategis harus menganalisis
faktor-faktor strategis organisai yaitu (kekuatan, kelemahan, peluang, anaman)
dalam kondisi yang ada pada saat ini. Hal ini disebutkan dengan analisis situasi.
a. Kekuatan
Merupakan sumberdaya, keterampilan atau keunggulan-keunggulan lain
relative terhadap pesaing dan kebutuhan pasar yang dilayani atau ingin
dilayani oleh perusahaan. Kekuatan adalah kompetensi khusus (distinctive
competence) yang memberikaan keunggulan komparatif bagi perusahaan
di pasar. Kekuatan dapat terkandung dalam sumberdaya keuangan, citra,
kepemimpinan pasar, hubungan pembeli dengan pemasok dan faktorfaktor lain.
b. Kelemahan
Kelemahan sebagai keterbatasan atau kekurangan dalam sumberdaya,
keterampilan, dan kapabilitas yang dapat menghambat kinerja efektif
perusahaan. Sumber-sumber kelemahan tersebut dapat meliputi fasilitas,
sumberdaya keuangan, kapabilitas manajemen, keterampilan pemasaran
dan citra merk.
c. Peluang
Peluang merupakan situasi penting yang mengantungkan dalam
lingkungan perusahaan. Perkembangan trend merupakan salah satu sumber
peluang. Identifikasi segmen pasar yang terabaikan, perubahan situasi
persaingan atau peraturan, perubahan teknologi serta membaiknya
hubungan antara pembeli dengan pemasok dapat memberikan peluang
bagi perusahaan.
d. Ancaman
Ancaman adalah situasi penting yang tidak menguntungkan dalam
lingkungan perusahaan. Ancaman merupakan penggangu utama bagi
posisi perusahaan. Masuknya pesaing baru, lambatnya pertumbuhan pasar,
meningkatnya kekuatan tawar-menawar pembeli dengan pemasok utama,
perubahan teknologi serta peraturan baru atau yang direvisi dapat
menjadiancaman bagi keberhasilan perusahaan. Pearce dan Robinson
dalam hendry (2011)
