Menurut Tjiptono ( 2002:96 ), dalam merencanakan penawaran atau produk,
pemasar perlu memahami lima tingkatan produk, yaitu:
- Produk utama / inti ( core benefit ), yaitu manfaat yang sebenarnya dibutuhkan
dan akan dikonsumsi oleh pelanggan dari setiap produk. Dalam bisnis
perhotelan, manfaat utama yang dibeli para tamu adalah „istirahat dan tidur‟.
Untuk bioskop, para penonton sesungguhnya membeli „hiburan‟. - Produk generik, yaitu produk dasar yang mampu memenuhi fungsi produk
yang paling dasar (rancangan produk minimal agar dapat berfungsi).
Contohnya, hotel merupakan suatu bangunan yang memiliki banyak ruangan
untuk disewakan. - Produk harapan (expected product), yaitu produk formal yang ditawarkan
dengan berbagai atribut dan kondisinya secara normal (layak) diharapkan dan
disepakati untuk dibeli. Sebagai contoh, tamu hotel mengharapkan tempat
tidur yang bersih, sabun dan handuk, air ledeng, telepon, lemari pakaian dan
ketenangan. - Produk pelengkap (augmented product), yakni berbagai atribut produk yang
dilengkapi atau ditambahi berbagai manfaat dan layanan, sehingga dapat
memberikan tambahan kepuasan dan bisa dibedakan dengan produk pesaing.
Misalnya, hotel bisa menambahkan fisilitas TV, shampo, bunga-bunga segar,
check-in yang cepat, check-out yang cepat, pelayanan kamar yang baik, dan
lain-lain. - Produk potensial, yaitu segala macam tambahan dan perubahan yang mungkin
dikembangkan untuk suatu produk di masa mendatang. Misalnya, hotel
menambahkan fasilitas layanan internet, perekaman video dengan kaset
videonya, sepiring buah-buahan segar, dan sebagainya
