Konsep Lean Thinking ini diprakarsai oleh sistem produksi Toyota di Jepang. Lean
dirintis di Jepang oleh Taichi Ohno dan Sensei Shigeo Shingo dimana implementasi
dari konsep ini didasarkan pada 5 prinsip utama (Hines dan Taylor, 2000) yaitu :
- Specify value
Menentukan apa yang dapat memberikan nilai dari suatu produk atau pelayanan
dilihat dari sudut pandang konsumen bukan dari sudut pandang perusahaan. - Identify whole value stream
Mengidentifikasikan tahapan-tahapan yang diperlukan, mulai dari proses desain,
pemesanan, dan pembuatan produk berdasarkan keseluruhan value stream untuk
menemukan pemborosan yang tidak memiliki nilai tambah (non value adding
waste). - Flow
Melakukan aktivitas yang dapat menciptakan suatu nilai tanpa adanya gangguan,
proses rework, aliran balik, aktivitas menunggu (waiting) ataupun sisa produksi. - Pulled
Hanya membuat apa yang diinginkan oleh konsumen. - Perfection
Berusaha mencapai kesempurnaan dengan menghilangkan waste (pemborosan)
secara bertahap dan berkelanjutan
