Tujuan Pendekatan Lean


Konsep lean merupakan konsep perampingan yang fokus utamanya adalah efisiensi
tanpa mengurangi efektivitas proses. Mekong Capital’s mendefinisikan lean
manufacturing yang disebut juga lean production sebagai sekumpulan alat dan
metodologi yang mempunyai tujuan untuk mengeliminasi waste secara kontinyu dalam
proses produksi. Keuntungan utama yang diperoleh adalah biaya produksi lebih rendah,
output meningkat dan lead time produksi lebih pendek.
Secara lebih spesifik, beberapa tujuan lean production antara lain sebagai berikut :

  1. Defects dan wastage
    Mengurangi defect dan scrap yang tidak diperlukan, termasuk penggunaan input
    bahan baku yang berlebihan, defect yang dapat dicegah, biaya yang dihubungkan
    dengan pengulangan proses untuk item yang cacat, dan karakteristik produk yang
    tidak diperlukan dimana tidak sesuai dengan keinginan customer.
  2. Cycle Time
    Mengurangi manufacturing lead time dan waktu siklus produksi dengan
    mengurangi waktu tunggu antar proses.
  3. Inventory Levels
    Meminimumkan level inventory pada semua tahap produksi per bagian pada work-
    in progress antar tahap pemrosesan. Inventory yang lebih rendah berarti
    membutuhkan working capital yang lebih rendah juga.
  4. Labor productivity
    Meningkatkan produktivitas tenaga kerja dengan mengurangi waktu idle dari
    pekerja dan memastikan bahwa pekerja sedang melakukan pekerjaannya, mereka
    menggunakan usaha yang seproduktif mungkin dalam bekerja (tidak melakukan
    tugas yang tidak diperlukan atau gerakan yang tidak perlu).
  5. Utilization of equipment and space
    Penggunaan peralatan dan ruang manufacturing lebih efisien dengan mengeliminasi
    bottleneck dan memaksimumkan tingkat produksi dengan peralatan yang ada,
    meminimasi downtime mesin.
  6. Flexibility
    Mempunyai kemampuan untuk memproduksi produk lebih fleksibel dengan
    meminimumkan change over cost dan change over time.
  7. Output
    Mengurangi waktu siklus, meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan
    mengeliminasi bottleneck dan downtime mesin yang dapat dicapai, perusahaan
    dapat meningkatkan output secara significan dengan fasilitas yang ada