Persepsi Harga


Presepsi harga adalah konsumen yang memiliki kecenderungan
menggunakan harga untuk mempertimbangkan kualitas penilaian suatu produk.
Penilaian harga suatu produk dapat dilihat mahal atau tidak, untuk masing-
masing individu penilaian tidaklah sama karena bergantung pada persepsi
individu. Menurut Tjiptono (2011) mengatakan bahwa harga merupakan bauran
harga berkenaan dengan strategi dan taktis seperti tingkat harga, struktur diskon,
syarat pembayaran, dan tingkat diskriminasi harga diantara berbagai kelompok
pelanggan.
Menurut Schifman dan Kanuk (2004) mendefinisikan “presepsi
harga adalah pandangan atau persepsi mengenai harga bagaimana pelanggan
memandang harga tertentu (tinggi, rendah, wajar) mempengaruhi pengaruh
yang kuat terhadap maksud membeli dan kepuasan membeli.Konsumen adalah
individu yang mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Penilaian yang
dirasakan oleh setiap konsumen terhadap suatu poduk maupun jasa yang mereka
terima tidklah sama.
Presepsi konsumen terhadap suatu harga dapat mempengaruhi keputusan
dalam membeli suatu produk sehingga perusahaan harus mampu memberikan
presepsi yang baik terhadap produk jasa yang akan di jual.Konsumen mempunyai
anggapan bahwa terdapat hubungan yang negatif antara harga dan kualitas
sebuah produk, maka mereka akan membandingkan produk satu dengan yang
lainnya dan barulah konsumen akan mengambil keputusan untuk membeli.
Menurut Kotler dan Keller yang dialihbahasakan oleh Bob Sabran (2009), harga
adalah salah satu elemen bauran pemasaran yang menghasilkan pendapatan,
elemen lain menghasilkan biaya. Harga merupakan elemen termudah dalam
program pemasaran untuk disesuaikan, fitur produk, saluran, dan bahkan
komunikasi membutuhkan banyak waktu.