Citra Merek


Berikut ini adalah berberapa pengertian citra merek dari beberapa sumber:

  1. Citra merek adalah “Total persepsi terhadap suatu objek, yang dibentuk dengan
    memproses informasi dari berbagai sumber setiap waktu” Menurut Setiadi
    Nugroho (dalam Lopez, (2015).
  2. Menurut Supranto (dalam(Sholikhah, 2017) citra merek adalah apa yang
    konsumen pikir atau rasakan ketika konsumen mendengar atau melihat nama
    suatu merek atau pada intinya apa yang konsumen telah pelajari tentang merek.
  3. Citra merek adalah seperangkat keyakinan konsumen mengenai merek
    tertentu(Kotler A. , 2011)
  4. “Brand image can be defined as a perception about brand as reflected by the
    brand association held in consumer memory”. Citra merek adalah persepsi
    tentang merek yang digambarkan oleh asosiasi merek yang ada dalam ingatan
    konsumen (Kotler, 2016).
    Berdasarkan pengertian citra merek di atas, dapat disimpulkan bahwa citra
    merek merupakan kumpulan kesan yang ada di benak konsumen tentang suatu
    merek yang dirangkai dari ingatan-ingatan konsumen terhadap merek tersebut.
    Produk dengan citra merek yang baik akan membantu perusahaan dalam
    mempromosikan produk sehingga menjadi kekuatan perusahaan dalampersaingan
    bisnis. Hubungan cita merek terhadap keputusan pembelian konsumen, merek
    kerap muncul sebagai kriteria determinan, berfungsi sebagai indikator pengganti
    dari mutu produk dan kepentingan yang tampak bervariasi dengan kemudahan
    dimana kualitas dapat dinilai secara obyektif. Jika sulit untuk menilai kualitas,
    konsumen kadang akan merasakan tingkat resiko yang tinggi dalam pembelian,
    jadi kepercayaan pada merek terkenal dengan reputasi kualitas yang sudah lama
    dapat menjadi cara efektif mengurangi resiko. (Putri, 2014)
    Ada tiga bagian yang terdapat dalam pengukuran citra merek. Bagian
    pertama adalah atribut. Atribut adalah ciri-ciri atau berbagai aspek dari merek
    yang diiklankan. Atribut juga dibagi menjadi dua bagian yaitu hal- hal yang tidak
    berhubungan dengan produk (contoh: harga, kemasan, pemakai, dan citra
    penggunaan), dan hal-hal yang berhubungan dengan produk (contoh: warna,
    ukuran, desain). Kemudian bagian kedua pengukuran citra merek menurut Shimp
    adalah manfaat. Manfaat dibagi menjadi tiga bagian yaitu fungsional, simbolis,
    dan pengalaman (A. Shimp, 2014)
    • Fungsional, yaitu manfaat yang berusaha menyediakan solusi bagi masalah-
      masalah konsumsi atau potensi permasalahan yang dapat dialami oleh
      konsumen, dengan mengasumsikan bahwa suatu merek memiliki manfaat
      spesifik yang dapat memecahkan masalahtersebut.
  5. Simbolis, yaitu diarahkan pada keinginan konsumen dalam upaya memperbaiki
    diri, dihargai sebagai anggota suatu kelompok, afiliasi, dan rasa memiliki.
  6. Pengalaman, yaitu konsumen merupakan representasi dari keinginan konsumen
    akan produk yang dapat memberikan rasa senang, keanekaragaman, dan
    stimulasi kognitif. Terakhir, bagian ketiga dari pengukuran citra merek menurut
    Shimp adalah evaluasi keseluruhan, yaitu nilai atau kepentingan subjektif
    dimana pelanggan menambahkannya pada hasilkonsumsi.