Berikut ini adalah berberapa pengertian citra merek dari beberapa sumber:
- Citra merek adalah “Total persepsi terhadap suatu objek, yang dibentuk dengan
memproses informasi dari berbagai sumber setiap waktu” Menurut Setiadi
Nugroho (dalam Lopez, (2015). - Menurut Supranto (dalam(Sholikhah, 2017) citra merek adalah apa yang
konsumen pikir atau rasakan ketika konsumen mendengar atau melihat nama
suatu merek atau pada intinya apa yang konsumen telah pelajari tentang merek. - Citra merek adalah seperangkat keyakinan konsumen mengenai merek
tertentu(Kotler A. , 2011) - “Brand image can be defined as a perception about brand as reflected by the
brand association held in consumer memory”. Citra merek adalah persepsi
tentang merek yang digambarkan oleh asosiasi merek yang ada dalam ingatan
konsumen (Kotler, 2016).
Berdasarkan pengertian citra merek di atas, dapat disimpulkan bahwa citra
merek merupakan kumpulan kesan yang ada di benak konsumen tentang suatu
merek yang dirangkai dari ingatan-ingatan konsumen terhadap merek tersebut.
Produk dengan citra merek yang baik akan membantu perusahaan dalam
mempromosikan produk sehingga menjadi kekuatan perusahaan dalampersaingan
bisnis. Hubungan cita merek terhadap keputusan pembelian konsumen, merek
kerap muncul sebagai kriteria determinan, berfungsi sebagai indikator pengganti
dari mutu produk dan kepentingan yang tampak bervariasi dengan kemudahan
dimana kualitas dapat dinilai secara obyektif. Jika sulit untuk menilai kualitas,
konsumen kadang akan merasakan tingkat resiko yang tinggi dalam pembelian,
jadi kepercayaan pada merek terkenal dengan reputasi kualitas yang sudah lama
dapat menjadi cara efektif mengurangi resiko. (Putri, 2014)
Ada tiga bagian yang terdapat dalam pengukuran citra merek. Bagian
pertama adalah atribut. Atribut adalah ciri-ciri atau berbagai aspek dari merek
yang diiklankan. Atribut juga dibagi menjadi dua bagian yaitu hal- hal yang tidak
berhubungan dengan produk (contoh: harga, kemasan, pemakai, dan citra
penggunaan), dan hal-hal yang berhubungan dengan produk (contoh: warna,
ukuran, desain). Kemudian bagian kedua pengukuran citra merek menurut Shimp
adalah manfaat. Manfaat dibagi menjadi tiga bagian yaitu fungsional, simbolis,
dan pengalaman (A. Shimp, 2014)- Fungsional, yaitu manfaat yang berusaha menyediakan solusi bagi masalah-
masalah konsumsi atau potensi permasalahan yang dapat dialami oleh
konsumen, dengan mengasumsikan bahwa suatu merek memiliki manfaat
spesifik yang dapat memecahkan masalahtersebut.
- Fungsional, yaitu manfaat yang berusaha menyediakan solusi bagi masalah-
- Simbolis, yaitu diarahkan pada keinginan konsumen dalam upaya memperbaiki
diri, dihargai sebagai anggota suatu kelompok, afiliasi, dan rasa memiliki. - Pengalaman, yaitu konsumen merupakan representasi dari keinginan konsumen
akan produk yang dapat memberikan rasa senang, keanekaragaman, dan
stimulasi kognitif. Terakhir, bagian ketiga dari pengukuran citra merek menurut
Shimp adalah evaluasi keseluruhan, yaitu nilai atau kepentingan subjektif
dimana pelanggan menambahkannya pada hasilkonsumsi.
