Green human resource management merupakan pendekatan dalam
manajemen sumber daya manusia yang mengintegrasikan prinsip-prinsip
keberlanjutan lingkungan ke dalam kebijakan dan praktik SDM. Pendekatan ini
muncul sebagai respons terhadap meningkatnya tekanan global untuk mengadopsi
praktik bisnis yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Menurut penelitian
Kuo et al. (2022) green human resource management mencakup berbagai aspek,
antara lain green recruitment, green training and development, dan green
compensation and rewards. Pada penelitian ini, ditambahan aspek green
involvement dan green performance appraisal.
a. Green recruitment
Green recruitment bertujuan untuk menarik dan memilih kandidat yang tidak
hanya memiliki keterampilan dan kualifikasi yang dibutuhkan, tetapi juga
memiliki kesadaran dan nilai-nilai yang sejalan dengan tujuan keberlanjutan
perusahaan. Mwita dan Kinemo (2018) dalam Tsymbaliuk et al. (2023)
menyatakan green recruitment membantu menarik lebih banyak pelamar yang
kompeten. Penerapan green recruitment juga harus sejalan dengan prinsip
keberlanjutan, seperti menggunakan proses rekrutmen berbasis digital, tidak
menggunakan kertas dalam proses rekrutmen, dan melakukan wawancara secara
daring.
b. Green training and development
Green training and development dibutuhkan oleh semua karyawan terutama
karyawan yang belum mengerti mengenai praktik keberlanjutan. Perusahaan
dapat memberikan pelatihan kepada karyawannya agar mendapatkan
pemahaman mengenai keberlanjutan, sehingga karyawan memiliki visi yang
sama dengan perusahaan. Green training and development harus melibatkan
seminar dan lokakarya yang akan memungkinkan karyawan agar memperoleh
pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengelola lingkungan
dengan efektif; sehingga karyawan dapat menunjukkan perilaku pro-lingkungan
dan pada saat yang sama menjadi ramah lingkungan (Hosain & Rahman, 2016,
dalam Moradeke et al., 2021).
c. Green compensation and rewards
Kompensasi dan penghargaan merupakan salah satu faktor penting tujuan
karyawan bekerja. Green compensation and rewards didasarkan pada kinerja
karyawan terhadap praktik-praktik keberlanjutan. Di antara praktik-praktik
green human resource management, green compesation and rewards
merupakan praktik penting di mana suatu organisasi memberikan imbalan dan
kompensasi kepada karyawannya (Maderazo, 2016; Mandago, 2018, dalam Kuo
et al., 2022).
d. Green involvement
Green Involvement adalah salah satu aspek dalam green human resource
management yang berfokus pada keterlibatan aktif karyawan dalam inisiatif
keberlanjutan lingkungan di tempat kerja. Menurut Renwick et al. (2013) dan
Gupta (2018) dalam Kaur & Mittal (2021) green involvement merujuk pada
kesempatan yang diberikan kepada karyawan untuk mempelajari dan
menerapkan strategi keberlanjutan guna mencegah polusi lingkungan dan
masalah ekologi lainnya. Praktik ini bertujuan untuk mendorong partisipasi
karyawan dalam berbagai program dan kebijakan ramah lingkungan, sehingga
menciptakan budaya organisasi yang lebih sadar lingkungan serta meningkatkan
komitmen karyawan terhadap tujuan keberlanjutan perusahaan.
e. Green performance appraisal
Green performance appraisal merupakan salah satu elemen dalam green
human resource management yang bertujuan untuk menilai dan mengevaluasi
kinerja karyawan berdasarkan kontribusi karyawan terhadap keberlanjutan
lingkungan. Pavitra (2017) dalam Ardiza et al. (2021) menyatakan green
performance appraisal adalah penilaian kinerja karyawan mengenai seberapa
baik karyawan membuat kemajuan menuju lingkungan yang hijau, dimensi dari
green performance appraisal terdiri dari fokus strategis, keterukuran, dan
kelengkapan.
Penerapan green human resource management tidak hanya mendukung
efektivitas organisasi, tetapi juga dapat berkontribusi terhadap pencapaian
Sustainable Development Goals. Praktik seperti green recruitment dan green
training berperan dalam membentuk budaya kerja yang layak dan beretika sesuai
dengan SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), sedangkan green involvement
dan green performance appraisal mendorong partisipasi aktif karyawan dalam
inisiatif ramah lingkungan, yang sejalan dengan SDG 12 (Responsible
Consumption and Production) dan SDG 13 (Climate Action). Green human
resource management tidak cukup jika hanya sebatas integrasi teknis ke dalam
sistem manajemen SDM. Green human resource management dapat dijadikan
sebagai budaya organisasi yang dipraktikkan karyawan dalam sehari-hari.
Perusahaan yang berhasil membangun kesadaran dan pemahaman akan pentingnya
keberlanjutan pada seluruh elemen SDM akan lebih efektif dalam mencapai kinerja
operasional sekaligus berkontribusi pada tujuan lingkungan global. Jabbour et al.
(2010) dalam Faisal (2023) menyatakan green human resource management
memastikan keberlanjutan lingkungan dan membuat organisasi lebih kompetitif
karena karyawan dan organisasi terlibat dalam inisiatif hijau
