Dimensi Cinta terhadap Pekerjaan


Karyawan yang mencintai pekerjaan mereka cenderung merasa lebih
bahagia di tempat kerja, dan kebahagiaan tersebut pada gilirannya memperkuat
perasaan cinta terhadap pekerjaan. Kombinasi dari keduanya bisa menciptakan
suasana kerja yang produktif, positif, dan memuaskan. Prasetyo et al. (2017)
menjelaskan kebahagiaan kerja bisa dilihat dalam dua hal, yakni pleasure yang
mengacu pada perasaan positif maupun negatif yang dialami seseorang di tempat
kerja. Ini mencerminkan bagaimana karyawan merasakan kepuasan, kebahagiaan,
atau ketidaknyamanan dalam lingkungan kerja mereka, dan activation yang
mengacu pada bagaimana energi atau tingkat aktivitas seseorang mempengaruhi
niat atau intensi mereka untuk bertindak. Ini mencerminkan seberapa aktif dan
energik seseorang merasa dalam melaksanakan tugas dan menghadapi tantangan di
tempat kerja. Karyawan yang mencintai pekerjaan juga cenderung bersemangat
dalam menjalani pekerjaannya dan membawa suasana positif pada perusahaan.
Menurut Alex S. Nitisemito (dalam Syafrizal, 2021) menyatakan bahwasanya
semangat kerja memiliki empat dimensi yakni naiknya produktivitas karyawan,
tingkat absensi rendah, labour turnover, berkurangnya kegelisahan.
Aulia et al. (2019) mengidentifikasi empat dimensi utama dalam konsep
cinta pekerjaan:

  1. Kegairahan (Zeal): Dimensi ini mencerminkan sikap positif terhadap
    pekerjaan, meliputi perasaan senang, kenikmatan dalam bekerja,
    penghayatan mendalam, kenyamanan, serta hasrat (passion) yang kuat
    terhadap pekerjaan. Kegairahan menggambarkan antusiasme dan semangat
    individu dalam menjalankan tugasnya.
  2. Kedekatan Emosi (Closeness): Aspek ini merujuk pada hubungan
    emosional yang erat antara individu dengan pekerjaannya, serta dengan
    lingkungan sosial di tempat kerja. Ini mencakup rasa keterikatan dan
    koneksi personal dengan tugas-tugas dan rekan kerja.
    23
  3. Kesetiaan (Loyalty): Kesetiaan dalam konteks ini berkaitan dengan
    kepatuhan, komitmen, dan dedikasi terhadap pekerjaan. Ini memperlihatkan
    kesiapan individu untuk tetap setia pada pekerjaannya dan organisasinya,
    bahkan dalam situasi yang menantang.
  4. Ketulusikhlasan (Heartiness): Dimensi ini ditandai dengan sikap tidak
    mementingkan untung rugi secara berlebihan, kesabaran dalam menghadapi
    tantangan, dan kecenderungan untuk tidak mengeluh. Individu dengan
    ketulusikhlasan tinggi cenderung memberikan lebih dari yang dituntut dan
    memprioritaskan pekerjaan di atas kepentingan pribadi lainnya.
    Keempat dimensi ini secara kolektif membentuk konstruk cinta pekerjaan,
    menggambarkan hubungan yang mendalam dan positif antara individu dengan
    pekerjaannya. Keseluruhan indikator ini bersama-sama membentuk landasan kuat
    bagi perasaan cinta terhadap pekerjaan, yang tak hanya kepuasan kerja yang
    meningkat tetapi juga mempengaruhi komimten dan kinerja karyawan secara
    positif.