Pengertian Perilaku Konsumen


Menurut Setiadi (2019) “Perilaku konsumen adalah suatu
tindakan-tindakan nyata individu atau kumpulan individu, misalnya
suatu oraganisasi yang dipengaruhi oleh aspek eksternal dan internal
yang mengarahkan mereka untuk memilih dan mengkonsumsi barang
atau jasa yang diinginkan.”
Arianty, et al., (2019) “perilaku konsumen dapat diartikan
adalah tindakan yang dilakukan oleh konsumen dalam pengambilan
keputusan berdasarkan keinginan yang ada pada dirinya dan
memoeroleh manfaat setelah mengkonsumsi terhadap pilihan dari
keputusan yang telah diambil, manfaat itu dipaparkan menjadi dua
bentuk yaitu nilau guna cardinal dan nilai guna ordinal atau dapat
dikatakan nilai guna yang kepuasannya dapat dihitung, dan nilai guna
yang kepuasannnya tidak dapat dihitung.”
Menurut Kotler dan Keller (2016:179), “perilaku konsumen
adalah studi tentang bagaimana individu, kelompok, dan organisasi
memilih, membeli, menggunakan, dan bagaimana barang, jasa, ide,
atau pengalaman untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan mereka.”
Perilaku konsumen dibagi menajdi perilaku yang rasional dan
irasional. Kedua jenis perilaku tersebut dijelaskan sebagai berikut ini
(Wirapraja et al., 2021):

  1. Perilaku bersifat rasional adalah perilaku konsumen ketika
    melakukan pembelian barang lebih mengedepankan pada
    pemikiran logis dan bersifat secara umum. Konsumen dengan
    perilaku rasional seperti membeli barang sesuai dengan kebutuhan
    seperti kebutuhan mendesak, kebbutuhan primer, memilih barang
    yang memberikan kegunaan yang optimal atau yang dapat
    memberikan kepuasan, membeli barang yang memiliki kualitas
    baik, membeli barang sesuai dengan kemampuan keuangan
    konsumen. Ciri-ciri perilaku bersifat rasional seperti:
    a. Pemilihan barang disebabkan karena kebutuhan primer atau
    mendesak
    b. Barang memberikan kegunaan optimal
    c. Barang yang memiliki mutu yang terjamin
    d. Konsumen memilih barang sesuai dengan harga dan
    kemampuan konsumen
  2. Perilaku bersifat irasional adalah perilaku konsumen ketika
    membeli barang tidak didasarkan pada pemikiran logis namun
    karena adanya faktor lain seperti diskon, hadiah, iming-iming lain
    yang ditawarkan begian pemasaran kepada konsumen, seperti
    pembelian prosuk karena daya Tarik iklan, pembelian produk
    karena merek, dan pembelian produk karena lifestyle dan status
    sosial. Ciri-ciri dari perilaku bersifat irasional seperti:
    a. Tertarik karena adanya iklan dan promosi yang menarik
    b. Melihat produk yang bermerek dan dikenal masyarakat
    c. Memilih produk karena prestise dan gengsi.
    Untuk memahami perilaku konsumen maka terlebih dahulu
    diketahui tipe dari perilaku konsumen. Ada empat tipe perilaku
    konsumen yaitu (Halim et al., 2021)
    a. Perilaku membeli yang kompleks di mana konsumen akan
    membeli produk mahal, penuh pertimbangan, dan jarang
    dibeli oleh orang pada umumnya. Kegiatan ini sudah melalui
    keputusan yang matang yang dilakukan oleh konsumendengan
    pertimbangan merek yang sensitive.
    b. Perilaku membeli mengurangi disonansi atau ketidakcocokan
    di mana konsumen akan melakukan pembelian dengan
    terlebih dahulu membandingkan merek produk. Kegiatan
    disonansi ini dilakukan karena konsumen tidak ingin adanya
    peyesalan dalam melakukan pembelian.
    c. Perilaku membeli karena kebiasaan di mana konsumen
    melakukan pembelian karena faktor kebiasaan. Keterlibatan
    konsumen rendah, kesadaran pertimbangan merek rendah.
    Pembelian sudah mengenali merek dan produk barang yang
    sering dibeli.
    d. Perilaku mencari keragaman produk di mana konsumen
    membeli produk yang berbeda karena didasari oleh keinginan
    konsumen terhadap produk baru. Terjadi keterlibatan
    konsumen rendah tetapi pertimbangan merek penting. Dalam
    perilaku ini bertujuan untuk menacari variasi penggunaan
    produk