Dimensi Kualitas Pelayanan


Menurut Parasuraman dalam Lupiyoadi (2006:182), ada 5 (lima)
jenis dimensi dalam kualitas pelayanan (Service Quality), yaitu:

  1. Bukti fisik (Tangibles)
    Yaitu kemampuan suatu perusahaan dalam menunjukkan
    eksistensinya kepada pihak eksternal. Penampilan dan kemampuan
    sarana dan prasarana fisik perusahaan yang dapat diandalkan
    keadaan lingkungan sekitarnya merupakan bukti nyata dari
    pelayanan yang diberikan oleh pemberi jasa. Hal ini meliputi
    fasilitas fisik contoh: gedung, gudang, dan lain-lain, perlengkapan
    dan peralatan yang digunakan (teknologi), serta penampilan
    pegawainya.
  2. Keandalan (Reliability)
    Yaitu kemampuan perusahaan untuk memberikan pelayanan sesuai
    dengan yang dijanjikan secara akurat dengan terpercaya. Kinerja
    harus sesuai dengan harapan pelanggan yang berarti ketepatan
    waktu, pelayanan yang sama untuk semua pelanggan tanpa
    kesalahan, sikap yang simpatik, dan dengan akurasi yang tinggi.
  3. Ketanggapan (Responsivenes)
    Yaitu suatu kebijakan untuk membantu dan memberikan pelayanan
    yang cepat (responsive) dan tepat kepada pelanggan, dengan
    penyampaian informasi yang jelas.
  4. Jaminan dan kepastian (Assurance)
    Yaitu pengetahuan, kesopansantunan, dan kemampuan para
    pegawai perusahaan untuk menumbuhkan rasa percaya para
    pelanggan kepada perusahaan. Hal ini meliputi beberapa komponen
    antara lain komunikasi (communication), kredibilitas (credibility),
    keamanan (security), kompetensi (competence), dan sopan santun
    (courstesy).
  5. Empati (Emphaty)
    Yaitu memberikan perhatian yang tulus dan bersifat individual atau
    pribadi yang diberikan kepada para pelanggan dengan berupaya
    memahami keinginan konsumen. Dimana suatu perusahaan
    diharapkan memiliki pengertian dan pengetahuan tentang
    pelanggan, memahami kebutuhan pelanggan secara spesifik, serta
    memiliki waktu pengoperasian yang nyaman bagi pelanggan.