Metode Pengukuran Kepuasan Pelanggan.


Menurut Tjiptono dan Chandra (2016:219) ada empat metode yang
digunakan untuk mengukur kepuasan pelanggan yaitu, sebagai berikut:

  1. Sistem Keluhan dan Saran
    Setiap organisasi yang berorientasi pada pelanggan (Costumer
    Oriented) perlu memberikan kesempatan yang luas kepada para
    pelanggannya untuk menyampaikan saran, pendapat, dan keluhan
    mereka. Media yang digunakan bisa berupa kotak saran yang
    diletakkan di tempat-tempat strategis (yang mudah di jangkau atau
    sering dilewati pelanggan), saluran telepon bebas pulsa dan lain-lain.
    Informasi-informasi ini dapat memberikan ide-ide cemerlang bagi
    perusahaan dan memungkinkannya untuk bereaksi secara tanggap dan
    cepat untuk mengatasi masalah-masalah yang timbul.
  2. Ghost Shopping
    Salah satu cara untuk memperoleh gambaran mengenai kepuasan
    pelanggan adalah dengan mempekerjakan beberapa orang untuk
    berperan atau bersikap sebagai pelanggan atau pembeli potensial
    produk perusahaan dan pesaing. Kemudian mereka melaporkan
    temuan-temuannya mengenai kekuatan dan kelemahan produk
    perusahaan dan pesaing berdasarkan pengalaman mereka dalam
    pembelian produk-produk tersebut. Selain itu, para ghost shopper juga
    dapat mengamati cara perusahaan dan pesaingnya melayani
    permintaan pelanggan, menjawab pertanyaan pelanggan dan
    menangani setiap keluhan.
  3. Lost Costumer Analysis
    Perusahaan sebaiknya menghubungi para pelanggan yang telah
    berhenti membeli atau yang telah pindah pemasok agar dapat
    memahami mengapa hal ini terjadi dan supaya dapat mengambil
    kebijakan perbaikan atau penyempurnaan selanjutnya.
  4. Survei Kepuasan Pelanggan
    Umumnya banyak penelitian mengenai kepuasan pelanggan yang
    dilakukan dengan penelitian survei, baik survei melalui pos, telepon
    maupun wawancara pribadi. Melalui survei, perusahaan akan
    memperoleh tanggapan dan umpan balik (feed back) secara langsung
    dari pelanggan dan juga memberikan tanda (signal) positif bahwa
    perusahaan menaruh perhatian terhadap para pelanggannya.