Melalui kajian Fajarullaili (2018) menerangkan jika beban kerja berdampak
positif bagi loyalitas karyawan sebab makin banyak beban kerja yang didapat maka
makin tinggi juga loyalitasnya. Ini dikarenakan karyawan tidak suka menganggur
sebab dapat memunculkan kebosanan. Serta merujuk pada kajian Coker dkk (2018),
beban kerja berdampak positif bagi loyalitas, sebab mereka menjelaskan bahwa
beban kerja yang selaras dengan keterampilan dapat mendorong karyawan yang
loyal. Melalui penelitiannya Syahbani (2020) dijelaskan bahwa tugas yang belum
tuntas adalah kewajiban karyawan. Selain itu, keadaan beban kerja yang tidak
selaras dengan keahliannya bisa membuat karyawan sakit, yang dapat membuat
karyawan merasa kesehatannya terganggu, jadi bisa berdampak bagi loyalitas. Ada
relasi yang besar pada beban kerja dengan loyalitas karyawan, karena beban kerja
yang berlebihan berdampak pad kepuasan kerja serta performa karyawan, dan
selanjutnya loyalitas karyawan (Eristaria et al., 2020). Jika karyawan dituntut untuk
menyelesaikan aktivitas mental serta fisik melalui jangka waktu tertentu, maka
persepsi terkait beban kerja akan berpengaruh positif terhadap loyalitas terkait
unsur pekerjaan dan atribut peran (Lumban, 2021). Merujuk pada kajian Kurniati
(2022), beban kerja berdampak positif bagi loyalitas karyawan. Loyalitas karyawan
meningkat jika beban kerja berupa jam kerja yang optimal. Beban kerja
mempengaruhi loyalitas karyawan. Hal ini tercermin dari untuk meningkatkan
loyalitas karyawan di perusahaan, dengan beban kerja yang tidak boleh terlalu
tinggi (Suryaningsih & Anwar, 2023).
