Hubungan Iklim Organisasi dengan Loyalitas Kerja


Loyalitas kerja merupakan perhatian utama bagi tiap organisasi.
Untuk dapat berkembang dan bersaing dengan intitusi satu dengan yang
lainnya dalam kondisi ketatnya persaingan, sebuah intitusi harus
mengembangkan salah satu faktor penting seperti loyalitas karyawan.
Adanya loyalitas karyawan dapat menentukan efektivitas dan efisiensi
organsasi. Karyawan dengan loyalitas yang tinggi akan memberikan
pengaruh positif pada institusi salah satu diantaranya dapat mempelancar
jalannya operasional institusi dan mengurangi masalah turn over
karyawan yang dapat memunculkan masalah pada SDM (Oei, 2010).
Tingkat perpindahan karyawan yang tinggi akan dapat merugikan pihak
perusahaan karena dapat menurunkan produktivitas kerja dan dapat
mempengaruhi secara langsung kelangsungan hidup organisasi.
Dalam sebuah organisasi, loyalitas karyawan tidak dapat terbentuk
begitu saja. Singkatnya karyawan menganggap bahwa loyalitas mereka
terhadap organisasi itu juga selaras dengan loyalitas organisasi kepada
mereka. Kepuasan karyawan yang meningkat mengarah ke tingkat
loyalitas karyawan yang lebih tinggi (Jun, dkk., 2006). Memenuhi
kebutuhan tiap para karyawan juga akan berdampak signifikan pada
keloyalitasan para karyawan tersebut (Chaerudin, dkk., 2020). Sebaliknya,
loyalitas yang rendah akan membuat permasalahan timbul dimana-mana.
Loyalitas karyawan yang rendah akan mempengaruhi rendahnya
produktivitas kerja, tingkat absensi yang tinggi, pemogokan kerja, tingkat
perpindahan karyawan yang tinggi dan masih banyak lagi (Chaerudin,
dkk., 2020).
Karyawan merupakan hal penting pada sebuah perusahaan atau
bahkan institusi tertentu. Menurut Hameed & Waheed (Sugianingrat, dkk.,
2021) karyawan merupakan pemeran utama dalam melaksanakan tugastugas perusahaan dan menjadi elemen kunci dari organisasi, sehingga
keberhasilan atau kegagalan organisasi bergantung pada kinerja
karyawan. Artinya perasaan, pikiran bahkan tingkah laku seorang
karyawan dapat mempengaruhi keberlangsungan sebuah perusahaan atau
bahkan institusi. Sebaliknya, keadaan dari sebuah institusi juga akan
mempengaruhi perasaan, pikiran atau bahkan tingkah laku karyawan. Apa
yang dirasakan akan membentuk persepsi karyawan mengenai lingkungan
kerjanya. Kualitas lingkungan yang terjadi pada organisasi, akan dapat
dirasakan langsung oleh karyawan hingga dampaknya akan
mempengaruhi tingkah laku atau sikap dari karyawan (Yosep, 2020).
Lingkungan kerja setara dengan iklim organisasi (Tasnim, dkk., 2020).
Iklim organisasi yang kondusif dapat membuat suasana kerja
menjadi nyaman, suasana kerja yang nyaman akan mendorong hubungan
kerja saling mendukung.