Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Iklim Organisasi


Higgins (Silviani, 2020) mengemukakan beberapa faktor yang
mempengaruhi Iklim organisasi, diantaranya yaitu:

  1. Manajer atau Pimpinan.
    Pada dasarnya setiap tindakan yang diambil oleh pimpinan atau
    manajer mempengaruhi iklim dalam beberapa hal. Seperti
    aturan-aturan, kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur
    organisasi terutama masalah-masalah yang berhubungan
    dengan masalah personalia, distribusi imbalan, gaya
    komunikasi, cara-cara yang digunakan untuk memotivasi,
    teknik-teknik dan tindakan pendisplinan, interaksi antara
    manajemen dan kelompok, interaksi antar kelompok, perhatian
    pada permasalahan yang dimiliki anggota dari waktu-ke waktu,
    serta kebutuhan akan kepuasan dan kesejahteraan anggota.
  2. Tingkah laku karyawan.
    Tingkah laku karyawan mempengaruhi iklim melalui kepribadian
    mereka, terutama kebutuhan mereka dan tindakan-tindakan
    yang mereka lakukan untuk memuaskan kebutuhan tersebut.
    Komunikasi anggota memainkan bagian penting dalam
    membentuk iklim. Cara seseorang berkomunikasi menentukan
    tingkat suksesnya atau gagalnya hubungan antar manusia.
  3. Tingkah laku kelompok kerja.
    Terdapat kebutuhan tertentu pada banyak orang dalam
    hubungan persahabatan, suatu kebutuhan yang seringkali
    dipuaskan oleh kelompok dalam organisasi. Kelompokkelompok berkembang dalam organisasi dengan dua cara, yaitu
    secara formal, utamanya pada kelompok kerja; dan informal,
    sebagai kelompok persahabatan atau kesamaan umat.
  4. Faktor eksternal organisasi.
    Sejumlah faktor eksternal organisasi mempengaruhi iklim pada
    organisasi tersebut. Keadaan ekonomi adalah faktor utama
    yang mempengaruhi iklim. Contohnya dalam perekonomian
    dengan inflasi yang tinggi, organisasi berada dalam tekanan
    untuk memberikan peningkatan keuntungan sekurangkurangnya sama dengan tingkat inflasi. Seandainya pemerintah
    telah menetapkan aturan tentang pemberian upah dan harga
    yang dapat membatasi peningkatan keuntungan, karyawan
    mungkin tidak senang dan bisa keluar untuk mendapatkan
    pekerjaan pada organisasi lain.