Menurut Monroe yang dikutip oleh Wijaya (2018) menyatakan bahwa ”Persepsi
harga sering diindetikan dengan persepsi kualitas dan persepsi biaya yang
dikeluarkan untuk memperoleh produk. Persepsi harga dibentuk oleh 2 (dua)
dimensi utama”, yaitu :
- Perceived Quality (Persepsi kualitas)
Dalam persepsi kualitas dimana ketika pelanggan hanya mendapatkan
informasi yang sedikit tentang suatu produk tentunya cenderung pelanggan
akan memilih barang yang harganya mahal karena harga yang mahal
dianggap memiliki kualitas yang baik pula. Karena dipengaruhi oleh
persepsi pelanggan tentang nama merk, nama toko, garansi barang tersebut
yang diberikan (after sale services) dan negara yang menghasilkan produk
tersebut. - Perceived Monetary Sacrifice (Persepsi biaya yang dikeluarkan)
Banyaknya orang atau calon pelanggan beranggapan bahwa harga
merupakan biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan suatu barang atau
jasa. Akan tetapi pelanggan mempunyai persepsi yang berbeda-beda
terhadap biaya yang dikeluarkan meskipun untuk barang atau yang sama
