Citra Merek


Citra merek merupakan pedoman yang digunakan konsumen untuk menilai
produk ketika mereka tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang suatu produk.
Menurut Kotler dan Keller dalam Priansa (2017:265) bahwa citra merek merupakan
respon konsumen terhadap penawaran perusahaan secara keseluruhan. Menurut
Priansa (2017:266) bahwa citra merek muncul dari pengalaman dan upaya komunikasi
hingga penilaian atau pengembangan berlangsung di salah satu atau di ke dua hal
tersebut. Citra merek ang timbul dari pengalaman memberikan gambaran tentang
keterlibatan antara konsumen dan merek.
Kotler dan Armstrong (2018:254) berpendapat bahwa citra merek adalah suatu
keyakinan terhadap suatu merek yang disebut sebagai citra merek, yang meliputi hal-
hal sebagai berikut:

  1. Atribut.
    Sebuah merek akan selalu memiliki atribut, atribut tersebut diciptakan dan harus
    dikelola agar konsumen mengetahui atribut mana saja yang ada pada merek
    tersebut
  2. Manfaat.
    Merek memiliki berbagai manfaat, dengan konsumen saat ini tidak hanya membeli
    atribut, tetapi konsumen juga mendapatkan keuntungan dari produk. Oleh karena
    itu, sebagai produsen perlu memahami konsumen dan mampu menerjemahkan
    atribut-atribut yang bermanfaat baik secara fungsional maupun emosional.
  3. Nilai.
    Merek tentu akan memiliki nilai di mata konsumennya. Jika suatu merek memiliki
    nilai yang baik, merek tersebut akan lebih disukai oleh konsumen dan dianggap
    berharga oleh konsumen karena konsumen merasa bahwa produk tersebut
    mencerminkan penggunanya.
  4. Budaya.
    Setiap merek mewakili setiap budaya, karena setiap perusahaan memiliki budaya
    yang berbeda baik dari segi kerja, efektifitas maupun efisiensi sesuai dengan
    budaya perusahaan untuk selalu menghasilkan produk yang berkualitas.
  5. Kepribadian.
    Merek selalu memiliki karakter pemakai merek tersebut, sehingga ketika
    konsumen menggunakannya, karakter pengguna tercermin.
  6. Pengguna.
    Pengguna ini dapat menunjukkan identitas seseorang, melalui ini pemasar
    membuat strategi dengan menggunakan orang-orang terkenal untuk
    mempromosikan produk perusahaan.
    Menurut Kotler dan Keller (2016:347), citra merek tidak dapat ditanamkan di
    benak konsumen dalam semalam atau menyebar hanya melalui satu media. Sebaliknya,
    citra harus disampaikan melalui segala sarana komunikasi yang ada dan disebarluaskan
    secara terus menerus, karena tidak ada citra yang kuat. Pengukuran citra merek dapat
    dilakukan berdasarkan aspek sebuah citra merek, yaitu:
  7. Kekuatan (Strengthness)
    Kekuatan yang dimiliki merek yang tidak terdapat pada merek lain. Kekuatan
    merek ini mengacu pada ciri fisik merek, sehingga dapat dianggap sebagai
    keunggulan dibandingkan merek lain.
  8. Keunikan (Uniqueness)
    Keunikan adalah kemampuan untuk membedakan suatu merek dengan merek lain.
    Kesan ini berasal dari fitur produk yang membuatnya berbeda atau berbeda dari
    produk lain.
  9. Keunggulan (Favorable)
    Keunggulan adalah kemudahan merek produk diucapkan dengan kemampuan
    merek tersebut tetap diinginkan oleh konsumen yang menjadikan produk tersebut
    terkenal dan favorit di masyarakat, serta kesesuaian antar merek kesan di benak
    pelanggan dan citra yang diinginkan perusahaan untuk merek tersebut