Menurut Yazer Nasdini (2012:32) dalam (Belan, 2024) digital marketing
memiliki 6 indikator yaitu:
- Accessibility (aksessibilitas).
Kemampuan pengguna untuk mengakses informasi dan layanan yang disediakan
melalui iklan daring. Istilah aksesibilitas secara umum mengacu pada cara
pengguna dapat mengakses situs media sosial. - Interactivity (interaktivitas).
Tingkat komunikasi dua arah, yang mengacu pada kemampuan komunikasi dua
arah antara pengiklan dan konsumen serta respons terhadap masukan yang
diterima. - Entertainment (hiburan).
Kemampuan iklan untuk memberikan kesenangan atau hiburan kepada
konsumen. Secara umum, banyak iklan yang memberikan hiburan sekaligus
informasi. - Credibility (kepercayaan).
Seberapa dapat dipercayanya iklan yang ditayangkan kepada konsumen secara
daring dan sejauh mana iklan tersebut memberikan informasi tentang mereka
yang dapat dipercaya, tidak memihak, kompeten, kredibel, dan spesifik. - Irritation (kejengkelan).
Gangguan dalam periklanan daring, seperti manipulasi iklan yang menyebabkan
penipuan atau pengalaman konsumen yang buruk dengan iklan daring. - Informativeness (informative).
Kemampuan sebuah iklan untuk memberikan informasi kepada konsumen
merupakan hakikat sebuah iklan. Sebuah iklan juga harus memberikan deskripsi
yang jujur tentang sebuah produk agar dapat memberikan manfaat ekonomi bagi
konsumen.
