Menurut Kotler dan Keller (2016:32) Citra Merek adalah penawaran dari
sumber yang diketahui dalam benak masyarakat dan membentuk citranya sendiri.
Citra Merek adalah Sekumpulan keyakinan, ide, kesan, dan persepsi dari
seorang, suatu komunitas, atau masyarakat tentang suatu brand. (Huda, 2020).
Berdasarkan deskripsi di atas maka dapat penulis simpulkan bahwa, Citra
Merek adalah penawaran dari sumber yang diketahui yang dimana berisi
sekumpulan ide, kesan, dan persepsi konsumen terhadap suatu merek.
b. Dimensi Citra Merek
Menurut Wijaya (2013) dimensi-dimensi utama membentuk citra sebuah
merek tertuang dalam berikut ini:
(1) Brand Identity (Identitas Merek)
Brand Identity merupakan identitas fisik yang berkaitan dengan
merek atau produk tersebut sehingga konsumen mudah mengenali dan
membedakannya dengan merek atau produk lain, seperti logo, warna,
kemasan, lokasi, identitas perusahaan yang memayungi, slogan, dan
lain-lain.
(2) Brand Personality (Personalitas Merek).
Brand Personality adalah karakter khas sebuah merek yang
membentuk kepribadian tertentu sebagaimana layaknya manusia,
sehingga khalayak konsumen dengan mudah membedakannya dengan
merek lain dalam kategori yang sama, misalnya karakter tegas, kaku,
berwibawa, nigrat, atau murah senyum, hangat, penyayang, berjiwa
sosial, atau dinamis, kreatif, independen, dan sebagainya.
(3) Brand Association (Asosiasi Merek).
Brand Association adalah hal-hal spesifik yang pantas atau selalu
dikaitkan dengan suatu merek, bisa muncul dari penawaran unik suatu
produk, aktivitas yang berulang dan konsisten misalnya dalam hal
sponsorship atau kegiatan social resposibility, isu-isu yang sangat kuat
berkaitan dengan merek tersebut, ataupun orang, simbol-simbol dan
makna tertentu yang sangat kuat melekat pada suatu merek.
(4) Brand Attitude and Behavior (Sikap dan Perilaku Merek).
Brand Attitude and Behavior adalah sikap atau perilaku
komunikasi dan interaksi merek dengan konsumen dalam menawarkan
benefit-benefit dan nilai yang dimilikinya. Attitude and behavior
mencakup sikap dan perilaku konsumen, aktivitas dan atribut yang
melekat pada merek saat berhubungan dengan khalayak konsumen,
termasuk perilaku karyawan dan pemilik merek.
(5) Brand Benefit and Competence (Manfaat dan Keunggulan Merek).
Brand Benefit and Competence merupakan nilai-nilai dan
keunggulan khas yang ditawarkan oleh suatu merek kepada konsumen
yang membuat pelanggan dapat merasakan manfaat karena kebutuhan,
keinginan, mimpi, dan obsesinya terwujudkan oleh apa yang
ditawarkan tersebut
