Implikasi pada Strategi Pemasaran


Untuk mengembangkan strategi pemasaran yang efektif, pemasar harus
mengetahui jenis proses pemecahan masalah yang digunakan konsumennya untuk
membuat keputusan pembelian. Pemasar yang menargetkan beberapa segmen
pasar segmen pasar sekaligus, masing – masing dengan proses pemecahan
masalah yang berbeda. Multi strategi tersebut adalah perilaku pilihan yang rutin,
pengambilan keputusan yang terbatas, dan pengambilan keputusan yang intensif.

  • Perilaku pilihan yang rutin
    Pemasar yang telah mapan dan memiliki pangsa pasar yang besar
    harus terus memelihara merek mereka agar tetap pada set yang
    dibangkitkan dalam benak segmen pasar yang paling menjanjikan.
    Karena segmen pasar tersebut tidak lagi melakukan banyak upaya
    pencarian, pemasar pesaing hanya memiliki kesempatan minimal
    untuk dapat menyisipkan merek mereka ke dalam set yang
    dipertimbangkan konsumen pada set pemecahan masalah. Secara
    umum, semakin otomatis suatu perilaku pilihan, semakin sulit bagi
    pemasar untuk menyela dan memengaruhi pilihan.
    Pemasar merek baru atau merek yang pangsa pasarnya rendah harus
    berupaya menyela proses pemecahanmasalah otomatis konsumen.
    Tujuannya adalah untuk menarik konsumen ketingkat pengambilan
    keputusan terbatas yang lebih terkontrol dan disadari, yang
    memasukkan merek barutersebut ke dalam set yang dipertimbangkan.
  • Pengambilan keputusan yang terbatas
    Sebagian besar keputusan konsumen membutuhkan upaya pemecahan
    masalah yang terbatas karena sebagian besar konsumen telah memilki
    sejumlah besar informasi produk yang berasal dari pengalaman masa
    lalu. Oleh karena itu, dasar strategi pemasarannya adalh menyiapkan
    informasi tambahan agar tersedia bagi konsumen kapanpun mereka
    membutuhkannya. Iklan untuk meningkatkan kesadaran utama untuk
    membantu membawa suatu merek ke dalam set yang dibangkitkan dari
    alternative pilihan pada awal proses pengambilan keputusan. Hal ini
    penting karena sebagian besar konsumen cenderung tidak melakukan
    pencarian alternative lainnya secara ekstensif.
  • Pengambilan keputusan yang ekstensif
    Dalam situasi pengambilan keputusan yang ekstensif di mana
    pengetahuan sangat rendah, konsumen membutuhkan informasi
    tentang segala sesuatu, termasuk tujuan akhir mana yang penting,
    alternative pilihan mana yang relevan, kriteria pilihan mana yang tepat,
    dan sebagainya. Konsumen yang berada dalam situasi pemecahan
    masalah yang ekstensif akan memperhatikan informasi yang relevan,
    dan termotivasi untuk memahaminya. Pemasar dapat mengambil
    manfaat dari daya serap informasi konsumen dengan menyajikan
    contoh gratis, kupon potongan harga, atau pencobaan gratis untuk
    membantu konsumen mendapatkan pengetahuan tentang merek yang
    ditawarkan