Super dan Crites dalam (Purbohastuti & Ayuning, 2019), menjelaskan
bahwa ada beberapa indikator yang mempengaruhi minat, yaitu:
1) Perbedaan pekerjaan, artinya karena adanya perbedaan
pekerjaan seseorang dapat diperkirakan minat terhadap tingkat
pekerjaan yang ingin dicapainya, aktivitas yang dilakukan,
penggunaan waktu senggangnya, dan lain-lain
2) Perbedaan sosial ekonomi, artinya seseorang yang mempunyai
sosial ekonomi tinggi akan lebih mudah mencapai apa yang
diinginkannya ketimbang seseorang yang mempunyai sosial
ekonomi rendah
3) Perbedaan hobi, artinya bagaimana seseorang menggunakan
waktu senggangnya
4) Perbedaan jenis kelamin, disini minat pria pasti berbeda dengan
minat wanita, contohnya dalam pola belanja
5) Perbedaan usia, artinya usia anak-anak, remaja, dewasa hingga
orangtua akan berbeda minatnya terhadap suatu barang, aktivitas
benda dan seseorang
Menurut Ferdinand & Setiawan (2019) minat beli dapat dibagi melalui
indikator-indikator sebagai berikut:
1) Minat transaksional, adalah kecenderungan seseorang untuk
membeli produk
2) Minat prefensial, adalah minat yang menggambarkan perilaku
seseorang yang memiliki prefensi utama pada produk tersebut,
prefensi ini hanya bisa diganti jika terjadi sesuatu dengan produk
prefensinya
3) Minat refensial, adalah kecenderungan seseorang untuk
merefensikan produk kepada orang lain
4) Minat eksploratif, minat ini menggambarkan perilaku seseorang
yang selalu mencari informasi mengenai produk yang diminatinya
dan mencari informasi untuk mendukung sifat-sifat positif dari
produk tersebut
