Industri jasa sangat beragam, sehingga tidak mudah untuk menyamakan
cara pemasarannya. Klasifikasi jasa dapat membantu memahami batasan –
batasan dari industri jasa dan menfaatkan pengalaman industri jasa lainnya yang
mempunyai masalah dan karakteristik yang sama untuk diterapkan pada suatu
bisnis jasa.
Menurut Gronroos yang dikutifp Ratih Hurriyati (2005:33),
mengemukakan bahwa “Jasa dapat diklasifikasikan berdasarkan : (1) jenis biaya
(type of service) (2) jasa profesional (professional services) (3) jasa lainnya (4)
jenis pelanggan (type of customer) (5) individu (individuals) dan (6) organisasi
(organizations)”.
Sedangkan menurut Adrian Payne yang dikutip Ratih Hurriyati, klasifikasi
jasa dapat dikelompokkan berdasarkan pembagian sebagai berikut:
a. Type of service (macam jasa)
b. Type of seller (macam penjual)
c. Type of purchaser (macam pembeli)
d. Demand characteristics (karakteristik permintaan)
e. Degree of intangibility (tingkat ketidaknyataan)
f. Buying motives (alasan pembelian)
g. Equipment based versus people based ( berdasarkan manusia versus
berdasarkan peralatan
h. Amount of customer contact (banyaknya inteaksi dengan pelanggan)
i. Service delivery requirements (syarat – syarat penyerahan jasa)
j. Degree of customization (tingkat fleksibilitas produk)
k. Degree of labour intensity (tingkat intensitas pekerja) (2005:33)
