Sistem dan Kebijakan Kompensasi


Sistem pembayaran kompensasi yang umum diterapkan menurut
Hasibuan (2017,p.124) antara lain sebagai berikut :

  1. Sistem Waktu
    Dalam sistem waktu, besarnya kompensasi ditetapkan berdasarkan
    standar waktu seperti jam, minggu, atau bulan. Administrasi
    pengupahan sistem waktu relatif mudah serta dapat diterapkan
    kepada karyawan tetap maupun pekerja harian.
    Kebaikan sistem waktu ialah administrasi pengupahan mudah dan
    besarnya kompensasi yang akan dibayarkan tetap. Kelemahan
    sistem waktu ialah pekerja yang malas pun kompensasinya tetap
    dibayar sebesar perjanjian.
  2. Sistem Hasil (Output)
    Dalam sistem hasil (output), besarnya kompensasi yang dibayar
    selalu didasarkan kepada banyaknya hasil yang dikerjakan bukan
    kepada lamanya waktu mengerjakannya. Sistem hasil ini tidak
    dapat diterapkan kepada karyawan tetap (sistem waktu) dan jenis
    pekerjaan yang tidak mempunyai standar fisik, seperti bagi
    karyawan administrasi.
  3. Sistem Borongan
    Sistem borongan adalah suatu cara pengupahan yang penetapan
    besarnya jasa didasarkan atas volume pekerjaan dan lama
    mengerjakannya. Penetapan besarnya balas jasa berdasarkan sistem
    borongan cukup rumit. Lama mengerjakannya, serta banyak alat
    yang diperlukan untuk menyelesaikannya. Jadi, dalam sistem
    borongan pekerja bisa mendapat balas jasa besar atau kecil,
    tergantung atas kecermatan kalkulasi mereka.