Menurut Hasibuan (2016:149), ada dua metode motivasi,
yaitu :
a. Motivasi Langsung (Direct Motivation)
Motivasi langsung adalah motivasi (materil dan nonmateril)
yang diberikan secara langsung kepada setiap individu untuk
memenuhi kebutuhan serta kepuasannya. Jadi sifatnya
khusus, seperti pujian, penghargaan, tunjangan hari raya, dan
sebagainya.
b. Motivasi Tak Langsung (Indirect Motivation)
Motivasi tak langsung adalah motivasi yang diberikan hanya
merupakan fasilitas-fasilitas yang mendukung serta
menunjang gairah kerja, sehingga lebih bersemangat dalam
bekerja. Misalnya, mesin-mesin yang baik, ruang kerja yang
nyaman, kursi empuk, dan sebagainya.
e. Model-model Motivasi
Hasibuan (2016:148), menyatakan bahwa model-model
motivasi terdiri dari tiga, yaitu :
a. Model Tradisional
Model ini mengemukakan bahwa untuk memotivasi
bawahan agar gairah bekerja meningkat adalah dilakukan
dengan system insentif, yaitu memberikan insentif (uang
atau barang) kepada karyawan yang berprestasi.
b. Model Hubungan Manusia
Cara memotivasi bawahan supaya gairah bekerja meningkat
ialah dilakukan dengan mengakui kebutuhan sosial mereka
dan membuat mereka merasa berguna dan penting.
c. Model Sumber Daya Manusia
Model ini mengatakan bahwa karyawan dimotivasi oleh
banyak faktor, bukan hanya uang atau barang atau keinginan
akan kepuasan, tetapi juga kebutuhan akan pencapaian dan
pekerjaan berarti. Menurut model ini karyawan cenderung
memperoleh kepuasan dari prestasi yang baik
