Kualitas Sumber Daya Manusia


Menurut Hutapea dan Nurianna (2012: 62), kualitas sumber daya manusia
merupakan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan seseorang yang dapat
digunakan untuk menghasilkan layanan professional. Menurut Wirawan (2015: 18)
menjelaskan bahwa: “Sumber daya Manusia adalah orang yang disebut sebagai manajer,
pegawai, karyawan, buruh atau tenaga kerja yang bekerja untuk organisasi”. Hal senada
disampaikan oleh Eddy Soeryanto Soegoto (2014: 306) memberi pengertian yaitu:
”Sumber Daya Manusia adalah individu-individu dalam organisasi yang memberikan
sumbangan berharga pada pencapaian tujuan organisasi”.
b. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kualitas Sumber Daya Manusia
Perusahaan atau organisasi dalam bidang sumber daya manusia tentunya
menginginkan agar setiap saat memiliki sumber daya manusia yang berkualitas dalam
arti memenuhi persyaratan kompetensi untuk didayagunakan dalam usaha
merealisasikan visi dan mencapai tujuan jangka menengah dan jangka pendek. Hal ini
mengisyaratkan kepada manajemen sumber daya manusia agar menjalankan fungsinya
secara tepat dan efektif guna mencapai tujuan yang telah ditentukan dalam suatu
perusahaan. Fungsi manajemen sumber daya manusia dimaksud adalah (Edy Sutrisno,
2016):
1) Perencanaan
Perencanaan adalah kegiatan memperkirakan tenatang keadaan tenaga kerja,
agar sesuai dengan kebutuhan organisasi secara efektif dan efisien dalam membantu
terwujudnya tujuan.
2) Pengorganisasian
Yaitu kegiatan untuk mengatur pegawai dengan menetapkan pembagian kerja,
hubungan kerja, delegasi wewenang, integrasi dan koordinasi dalam bentuk bagan
organisasi. Organisasi hanya merupakan alat untuk mencapai tujuan.
3) Pengarahan dan pengadaan
Pengarahan adalah kegiatan memberi petunjuk kepada pegawai, agar mau
bekerja sama dan bekerja efektif serta efisien dalam membantu tercapainya tujuan
organisasi. Sedangkan pengadaan merupakan proses penarikan, seleksi,
penempatan, orientasi dan induksi untuk mendapatkan pegawai yang sesuai dengan
kebutuhan organisasi.
4) Pengendalian
Yaitu kegiatan mengendalikan pegawai agar menaati peraturan organisasi dan
bekerja sesuai dengan rencana. Bila terdapat penyimpangan diadakan tindakan
perbaikan atau penyempurnaan.
5) Pengembangan
Pengembangan merupakan proses peningkatan keterampilan teknis, teoritis,
konseptual dan moral pegawai melalui pendidikan dan pelatihan. Pendidikan dan
pelatihan yang diberikan hendaknya sesuai dengan kebutuhan pekerjaan masa kini
maupun masa yang akan datang.
6) Kompensasi
Yaitu pemberian balas jasa langsung berupa uang atau barang kepada pegawai
sebagai imbalan jasa yang diberikan kepada organisasi. Prinsip kompensasi adalah
adil dan layak.
7) Pengintegrasian
Yaitu kegiatan untuk mempersatukan kepentingan organisasi dan kebutuhan
pegawai, agar tercipta kerja sama yang serasi dan saling menguntungkan.
8) Pemeliharaan
Yaitu kegiatan pemeliharaan atau meningkatkan kondisi fisik, mental dan
loyalitas, agar mereka tetap mau bekerja sama sampai pensiun.
9) Kedisiplinan
Yaitu salah satu fungsi manajemen sumber daya manusia yang penting dan
merupakan kunci terwujudnya tujuan organisasi, karena tanpa adanya kedisiplinan,
maka sulit mewujudkan tujuan yang maksimal.
10) Pemberhentian
Merupakan putusnya hubungan kerja seorang pegawai dari suatu organisas