Marihot Tua Effendi Hariandja (2009: 324), mengemukakan
bahwa terdapat lima macam teori motivasi, antara lain:
- Teori Motivasi Kebutuhan
Teori ini dikemukakan oleh Abraham A. Maslow yang menyatakan
bahwa manusia dimotivasi untuk memuaskan sejumlah kebutuhan
yang melekat pada diri setiap manusia yang cenderung bersifat
bawaan. Kebutuhan ini terdiri dari lima jenis dan terbentuk dalam
suatu hierarki dalam pemenuhan, dalam arti manusia pada dasarnya
pertama sekali akan berusaha memenuhi kebutuhan tingkat pertama,
kemudian kebutuhan tingkat kedua dan seterusnya, dan pemenuhan
semua kebutuhan yang sudah terpenuhi tidak menjadi unsur
pemotivasi lagi.
Adapun kebutuhan-kebutuhan adalah:
1) Kebutuhan fisik
2) Kebutuhan rasa aman
3) Kebutuhan sosial
4) Kebutuhan pengakuan
5) Kebutuhan aktualisasi diri - Teori X dan Y
Teori ini menyatakan bahwa manusia pada dasarnya terdiri dari dua
jenis. Pencetusnya McGregor, mengatakan bahwa ada jenis manusia X
dan jenis manusia Y yang masing-masing memeiliki karakteristik
tertentu. Jenis manusia X adalah manusia yang selalu ingin
menghindari pekerjaan bilamana mungkin, sedangkan manusia jenis Y
menunjukkan sifat yang senang bekerja yang diibaratkan bahwa
bekerja baginya seperti bermain. Kemudian jenis manusia X tidak
punya inisiatif dan senang diarahkan, sedangkan jens manusia Y
adalah sebaliknya. Dikaitkan dengan kebutuhan, dikatakan bahwa tipe
manusia X bila mana mengacu pada hierarki kebutuhan dari Maslow,
memiliki kebutuhan tingkat rendah dibandingkan manusia tipe Y yang
memiliki kebutuhan tingkat tinggi. - Three Needs Theory
Teori ini dikemukakan oleh David McClelland, yang mengatakan
bahwa ada tiga kebutuhan manusia, yaitu:
Kebutuhan berprestasi, yaitu keinginan untuk melakukan sesuatu
lebih baik dibandingkan sebelumnya.
Kebutuhan untuk berkuasa, yaitu kebutuhan untuk lebih kuat, lebih
berpengaruh terhadap orang lain.
Kebutuhan afiliasi, kebutuhan untuk disukai, mengembangkan, atau
memelihara persahabatan dengan orang lain. - ERG Theory
Teori ini dikemukakan oleh Clayton Aldefer, yang sebetulnya tidaklah
jauh berbeda dengan teori A. Maslow, yang mengatakan bahwa teori
ini merupakan revisi dari teori tersebut. Teori ini mengatakan bahwa
ada tiga kelompok kebutuhan manusia, yaitu: - Existence berhubungan dengan kebutuhan untuk mempertahankan
keberadaan seseorang dalam hidupnya. Dikaitkan dengan
penggolongan dari Maslow, ini berkaitan dengan kebutuhan fisik
dan keamanan. - Relatednees berhubungan dengan kebutuhan untuk berinteraksi
dengan orang lain. Dikaitkan dengan penggolongan kebutuhan dari
Maslow, ini meliputi kebutuhan social dan pengakuan. - Growth berhubungan dengan kebutuhan pengembangan diri, yang
identik dengan kebutuhan self-actualization yang dikemukakan
oleh Maslow
