Pengadaan tenaga kerja, yaitu perencanaan SDM, analisis jabatan,
proses penarikan, seleksi, penempatan kerja, orientasi dan induksi untuk
mendapatkan pegawai yang dibutuhkan organisasi.
a. Pengembangan, yaitu proses peningkatan keterampilan teknis, teoritis,
konseptual, dan moral karyawan melalui pendidikan dan pelatihan.
b. Kompensasi, yaitu pemberian balas jasa langsung (direct) berupa gaji,
insentif dan tidak langsung (indirect) berupa keuntungan,
pelayanan/kesejahteraan.
c. Pengintegrasian, yaitu kegiatan untuk mempersatukan kepentingan
organisasi dan kebutuhan pegawai, agar tercipta kerja sama yang serasi
dan saling menguntungkan. Sub-sub babnya adalah kebutuhan
karyawan, motivasi kerja, kepuasan kerja, disiplin kerja, partisipasi
kerja.
d. Pemeliharaan tenaga kerja, yaitu kegiatan untuk memelihara atau
meningkatkan kondisi fisik, mental dan loyalitas karyawan, agar
mereka tetap mau bekerja sama sampai pensiun. Sub-sub babnya berupa
komunikasi kerja, kesehatan dan keselamatan kerja, pengendalian
konflik kerja, dan konseling kerja.
e. PHK (Pemutusan Hubungan Kerja), yaitu putusnya hubungan kerja
seseorang pegawai dari suatu organisasi yang disebabkan oleh
keingingan karyawan, keinginan perusahaan, berakhirnya kontrak kerja
dan sebagainya.
f. Gaya kepemimpinan berdiri sendiri
g. Lingkungan kerja berdiri sendiri karena lingkungan kerja memiliki sub
seperti tata ruang kerja, peralatan kerjadan penerangan.
Diantara fungsi-fungsi manajemen sumber daya manusia diatas saling
mempengaruhi satu sama lain. Apabila terdapat ketimpangan dalam salah
satu fungsi, akan mempengaruhi fungsi yang lain. Tingkat efektivitas dan
fungsi-fungsi manajemen sumber daya manusia tersebut, ditentukan oleh
profesionalisme sumber daya manusia yang ada dalam perusahaan
