Sebagian besar studi tentang perilaku kerja menyimpang yang
menyelidiki faktor stres berkontribusi dengan prevalensi perilaku
menyimpang telah berfokus pada faktor-faktor stres yang berhubungan
dengan pekerjaan seperti beban kerja dan stres kerja (Douglas &
Martinko, 2001). Sementara telah ada penelitian nomor pada hubungan
antara pekerjaan terkait faktor stres. Misalnya konflik keluarga, sebagai
faktor stres yang bisa menyebabkan perilaku menyimpang, belum
banyak perhatian tentang hal tersebut.
Stres kerja didefinisikan sebagai pengalaman emosional yang
terhubung dengan ketegangan, kecemasan dan Ketegangan yang berasal
dari pekerjaan atau pekerjaan (Cooke & Rousseau, 1984). Sebuah
pelajaran dilakukan pada 162 karyawan dari organisasi publik di
Malaysia mengungkapkan bahwa ada hubungan positif antara stres
kerja dan perilaku kerja menyimpang (Omar dkk, 2011). Di penelitian
ini, karyawan yang mengalami emosi negatif seperti frustrasi dan iritasi
karena stres bekerja-terkait lebih cenderung menunjukkan perilaku
menyimpang di tempat kerja mereka
