Karyawan yang memiliki keselarasan nilai-nilai dengan
perusahaan akan memiliki keterikatan yang tinggi pula, atau
dengan kata lain semakin engaged dengan perusahaan. Itulah
sebabnya Budaya Organisasi yang baik biasanya meletakkan
dasar filosofi nilai-nilai ideologis atau humanis sebagai
fondasinya.
Membangun keselarasan nilai dengan filosofi semacam itu,
perusahaan akan mampu secara signifikan membangun work
engagement sehingga karyawan semakin merasa terikat dengan
perusahaan. Namun, pada praktiknya, menyelaraskan nilai-nilai
dasar perusahaan dengan individu karyawan bisa dibilang bukan
pekerjaan yang mudah. Hal ini dikarenakan proses penanaman
nilai-nilai dasar tersebut ibarat melakukan brainwashing terhadap
mindset seluruh karyawan, apalagi bagi karyawan lama yang
sudah bekerja bertahun-tahun sebelum nilai-nilai dasar ini
dirumuskan. Kuncinya terletak pada kontinuitas dalam
menanamkan nilai-nilai tersebut ke dalam diri karyawan.
Hal-hal terkait organisasi yang dapat menjadi penggerak
work engagement adalah budaya organisasi, visi dan nilai yang
dianut, brand organisasi. Budaya organisasi yang dimaksud
adalah budaya organisasi yang memiliki keterbukaan dan sikap
supportive serta komunikasi yang baik antara rekan kerja.
Keadilan dan kepercayaan sebagai nilai organisasi juga
memberikan dampak positif bagi terciptanya work engagement.
Hal-hal ini akan memberikan persepsi bagi karyawan bahwa
mereka mendapat dukungan dari organisasi (Mc Bain, 2008,
dalam Mujiasih, 2012).
