Dalam memahami perilaku konsumen pada platform digital seperti TikTok,
teori Stimulus Organism Response (SOR) digunakan sebagai dasar untuk
menjelaskan bagaimana strategi pemasaran digital memengaruhi niat beli. Menurut
Mehrabian dan Russell (1974), perilaku seseorang muncul karena adanya
rangsangan (stimulus) yang diterima, diproses secara internal (organism), dan
menghasilkan respon tertentu (response).
Pada penelitian ini, content marketing dan influencer marketing berperan
sebagai stimulus yang diberikan oleh brand kepada konsumen melalui media sosial
TikTok. Stimulus ini memunculkan reaksi psikologis pada individu dalam bentuk
digital engagement sebagai organism, seperti rasa ketertarikan, keterlibatan
emosional, hingga partisipasi aktif dalam interaksi digital (Sugiyono, 2023). Reaksi
ini kemudian memengaruhi response berupa purchase intention, yaitu niat
konsumen untuk membeli produk skincare Skintific.
