Pengalaman Merk (Brand Experience)


Brand Experience didefinisikan sebagai sensasi, perasaan, perilaku dan
intelektualitas yang merupakan tanggapan akibat adanya ransangan merek yang
meliputi desain, identitas merek, kemasan, komunikasi, dan lingkungan dalam
Waqas, et al. (2022) yang menggunakan definisi ini untuk meneliti brand
experience pada perguruan tinggi. Adapun menurut Yu et al., (2021), brand
experience adalah pengalaman merek didefinisikan sebagai keyakinan konsumen
bahwa pengalaman mereka konsisten di seluruh saluran pemasaran (yaitu, online
dan saluran luring). Hal ini didukung oleh pendapat Wijaya, (2019) yang
menyatakan bahwa brand experience merupakan perasaan pelanggan karena
interaksi mereka dengan barang, layanan, dan atmosfer.
Waqas, (2022) mendefinisikan brand experience sebagai subjektif, respon
konsumen internal dan respon pelanggan terhadap rangsangan merek, seperti
nama,logo, maskot, pengemasan, komunikasi pemasaran, suasana toko dan
lingkungan. Pada pandangan tersebut dapat dipahami bahwa brand experience
merupakan variabel yang dapat menjadi alat ukur untuk melihat respon pelanggan
terhadap produk yang telah dibeli. Hal tersebut juga didukung oleh dimensi
pengukuran yang terdapat pada brand experience. Waqas, (2022) menyatakan
terdapat empat dimensi brand experience, antara lain:

  1. Sensasi (sensory): melibatkan rangsangan dari organ indera dengan
    melihat, mendengar, dan menyentuh
  2. Perasaan (Affection): mengacu pada aktivasi perasaan dan emosi pada
    saat interaksi dengan objek
  3. Intelektual (kognisi/pengetahuan): stimulasi kognitif, pemikiran,
    elaborasi informasi terkait merek, dan rasa ingin tahu.
  4. Perilaku (behavior): adanya perilaku fisik atau tindakan yang merupakan
    gaya hidup konsumen sejak lama