(Herlani, 2022) mengembangkan framework kemampuan adaptasi yang
terdiri dari delapan dimensi utama, yaitu:
1) Handling Emergencies or Crisis Situations
Kemampuan tetap tenang dan bertindak cepat serta efektif saat
menghadapi situasi darurat.
2) Handling Work Stress
Kemampuan mengelola stres dan tekanan kerja secara positif tanpa
mengorbankan produktivitas.
3) Solving Problems Creatively
Kemampuan berpikir inovatif dan menemukan solusi baru dalam situasi
yang tidak biasa.
4) Dealing with Uncertain and Unpredictable Work Situations
Kemampuan beradaptasi dengan situasi yang ambigu dan tidak terduga.
5) Learning Work Tasks, Technologies, and Procedures
Kemampuan untuk cepat mempelajari tugas baru, penggunaan teknologi
baru, dan prosedur kerja yang berubah.
6) Demonstrating Interpersonal Adaptability
Kemampuan menyesuaikan perilaku dalam hubungan sosial dan bekerja
dengan berbagai tipe orang.
7) Demonstrating Cultural Adaptability
Kemampuan bekerja secara efektif dengan individu dari latar belakang
budaya yang berbeda.
8) Demonstrating Physical Adaptability
Kemampuan menghadapi tantangan fisik atau lingkungan kerja yang
berubah (misalnya, suhu, lokasi, jam kerja).
3) Karakteristik Kemampuan Adaptasi Tinggi
Indikator Individu yang memiliki kemampuan adaptasi tinggi biasanya
menunjukkan karakteristik berikut:
1) Terbuka terhadap pengalaman baru
2) Tidak mudah panik dalam kondisi tidak terduga
3) Fleksibel dan tidak kaku dalam pola pikir
4) Cepat belajar dan responsif terhadap umpan balik
5) Percaya diri dalam menghadapi tantangan
6) Mampu bekerja sama dengan berbagai tipe oran
