Sikap Kerja


Sikap kerja adalah respon atau pernyataan baik yang menyenangkan
maupun yang tidak menyenangkan dalam melakukan pekerjaan untuk
menghasilkan barang-barang atau jasa-jasa yang dapat diukur dengan keyakinan
bahwa kinerja yang baik berasal dari bekerja keras, perasaan, dan perilaku untuk
mencapai tujuan (Irvan Prima, 2011). Indikator sikap kerja terdiri dari
kepercayaan, Ide, dan Konsep terhadap suatu obyek (Polak, 2012). Aspek
pengukuran sikap kerja terbagi menjadi tiga aspek yaitu aspek dari dalam, aspek
motif sosial, dan aspek persepsi (Handoko, 1993 dalam Hendra & Handoyo,
2013). Penjelasan masing-masing aspek sikap kerja adalah sebagai berikut :

  1. Aspek dari dalam, yaitu aspek penggerak semangat dari dalam diri individu.
    Minat yang timbul merupakan dorongan yang berasal dari dalam karena
    kebutuhan biologis, misalnya keinginan untuk bekerja akan memotivasi
    aktivitas dalam mencari kerja.
  2. Aspek motif sosial, yaitu aspek yang timbul dari luar diri individu. Aspek ini
    bisa berwujud suatu obyek keinginan seseorang yang ada di ruang lingkup
    pergaulan manusia. Pada aspek sosial ini, peran human relation akan tampak
    dan diperlukan dalam usaha untuk meningkatkan etos kerja karyawan.
  3. Aspek persepsi, yaitu aspek yang berhubungan dengan sesuatu yang ada pada
    diri seseorang yang berhubungan dengan perasaan, misalnya rasa senang, rasa
    simpati, rasa cemburu, serta perasaan lain yang timbul dari dalam individu.
    Aspek ini akan berfungsi sebagai kekuatan yang menyebabkan seseorang
    memberikan perhatian atas persepsi pada sistem budaya organisasi dan
    aktivitas kerjanya