Dampak Perceived organizational support


Rhoades dan Eisenberg (2002) menemukan beberapa dampak dari
perceived organizational support , yaitu:
a. Komitmen organisasi
Berdasarkan norma resiprokal, perceived organizational
support akan membentuk rasa tanggung jawab untuk peduli
terhadap kesejahteraan organisasi dan membantu organisasi untuk
mencapai tujuannya (Eisenberg, Arneli, Rexwinkel, Lynch, &
Rhoades, 2002). Rasa tanggung jawab untuk balas budi akan
meningkatkan komitmen afektif pada organisasi yang
dipersonifikasi (Rhoades & Eisenberg, 2002). Karyawan akan
memenuhi hutang balas budi pada organisasi dengan komitmen
afektif yang lebih besar dan usaha lebih untuk membantu
organisasi mencapai tujuannya.
Perceived organizational support juga meningkatkan
komitmen afektif dengan memenuhi kebutuhan sosioemosional
seperti afiliasi dan dukungan emosional (Eisenberg, Arneli,
Rexwinkel, Lynch, & Rhoades, 2002). Pemenuhan akan
kebutuhan tersebut akan membentuk rasa memiliki yang kuat pada
organisasi, melibatkan penggabungan keanggotaan karyawan dan
status peran pada identitas sosial mereka. Perceived organizational
support akan berkintribusi pada rasa kebermaknaan dan memiliki
tujuan. Rhoades & Eisenberg, (2002) menambahkan bahwa
persepsi terhadap dukungan organisasi dapat mengurangi perasaan
terjebak saat karyawan diminta untuk tetap tinggal di organisasi
karena tingginya biaya yang timbul akibat turnover.
b. Afeksi terkait dengan pekerjaan
Perceived organizational support telah diperkirakan dapat
mempengaruhi reaksi afektif umum karyawan pada pekerjaan
mereka, meliputi kepuasan kerja dan suasana hati positif (Rhoades
& Eisenberg, 2002). Kepuasan kerja merujuk pada keseluruhan
sikap afektif karyawan pada pekerjaan (Witt, 1992 dalam Rhoades
& Eisenberg, 2002).
Perceived organizational support dapat berkontribusi pada
kepuasan kerja dengan memenuhi kebutuhan sosioemosional,
meningkatkan harapan bahwa performansi akan mendapatkan
imbalan, dan memberi tanda tersedianya bantuan ketika
dibutuhkan. Suasana hati positif melibatkan status emosi umum
tanpa objek yang spesifik (George , 1989 dalam Rhoades &
Eisenberg, 2002). Perceived organizational support dapat
berkontribusi pada rasa kompetensi dan berharga sehingga
meningkatkan suasana hati positif (Rhoades & Eisenberg, 2002).
c. Keterlibatan pekerjaan
Keterlibatan pekerjaan mengacu pada identifikasi dan
keterikatan pada pekerjaan tertentu yang sedang dikerjakan
(Cropanzano; O`Driscoll & Randall, 1999 dalam dalam Rhoades &
Eisenberg, 2002). Persepsi terhadap kompetensi berkaitan dengan
keterikatan tugas (Rhoades & Eisenberg, 2002). Dengan
meningkatkan persepsi terhadap kompetensi pada karyawan,
persepsi terhadap dukungan organisasi dan meningkatkan
keterikatan karyawan pada pekerjaannya.
d. Performansi
Perceived organizational support dapat meningkatkan
performansi dari aktivitas kerja standar dan aktivitas yang
menguntungkan organisasi melebihi dari kewajiban yang
seharusnya (Smith, GM & Markwich, C, 2009). Menurut George
& Brief (1992 dalam Rhoades & Eisenberg, 2002). Aktivitas ekstra
meliputi pemberian bantuan pada sesama karyawan, melakukan
tindakan yang melindumgi organisasi dari resiko, memberikan
saran yang konstruktif ,serta menambah ilmu dan kemampuan yang
menguntungkan organisasi.