Faktor Yang Mempengaruhi Pelayanan


Pelayanan yang baik pada akhirnya akan mampu memberikan kepuasan
kepada masyarakat. Pelayanan yang optimal pada akhirnya juga akan
mampu meningkatkan citra organisasi di mata masyarakat dan terus
meningkat. Adanya citra organisasi yang baik, maka segala yang dilakukan
oleh organisasi akan dianggap baik pula. Menurut Tilaar dalam
Taufiqurokhman dan Evi Satispi (2018:77-79) ada beberapa faktor-faktor
yang perlu diperhatikan dalam peningkatan pelayanan publik antara lain:

  1. Dedikasi dan disiplin – Untuk memberikan sebuah pelayanan bermutu
    pada seorang manusia haruslah mempunyai rasa pengabdian
    terhadap tugas dan pekerjaannya. Dalam artivisi yang merupakan
    target proses pelayanan harus normatif dan idealis. Sebab seorang
    yang memiliki dedikasi tinggi adalah manusia yang menyadari arti
    sebuah profesinya sendiri dan berusaha untuk mewujudkannya.
  2. Jujur – Kejujuran sangat penting, bukan hanya orang lain tetapi juga
    terhadap diri sendiri. Terhadap orang lain seorang manusia haruslah
    dapat bekerja sama berdasarkan kepada saling percaya. Kejujuran
    berhubungan dengan kemampuan sendiri kita harus jujur terhadap
    apa yang kita buat dan apa yang kita tidak buat. Inilah sikap yang
    tidak profesionalisme. Kejujuran profesionalisme akan menghasilkan
    produk yang unggul dan terus-menerus dapat bersaing. Sikap
    profesionalisme ini ditandai oleh seorang manusia unggul yang
    mengetahui kapan dia berdiri sendiri dan kapan dia harus bekerja
    sama.
  3. Inovatif – Seorang manusia unggul bukanlah seorang manusia rutin
    yang puas dengan hasil yang telah dicapai dan telah puas dengan
    status quo. Seorang manusia unggul adalah seorang yang selalu
    gelisah dan mencari sesuatu yang baru. Tetapi yang dapat juga
    menemukan fungsi yang baru dan suatu penemuan.
  4. Tekun – Seorang manusia unggul adalah seorang yang memfokuskan
    perhatian pada tugas dan pekerjaan yang telah diserahkan
    kepadanya atau suatu usaha yang sedang dikerjakannya. Ketekunan
    akan menghasilkan sesuatu karena manusia unggul tidak akan
    berhenti sebelum ia membuahkan sesuai dengan kehidupan yang
    mementingkan mutu.
  5. Ulet – Berkaitan dengan sikap tekun dan ulet, manusia unggul dengan
    hidup berdisiplin tidak mungkin seseorang yang ulet dan
    menggunakan jalan pintas dalam tugas dan pekerjaannya.
    Seseorang tekun dan ulet akan terus menerus melaksanakan
    tugasnya secara fokus sesuai dengan jadwal tanpa mencari jalan
    pintas dan merusak disiplin.
  6. Sumber Daya Manusia – Sumber Daya Manusia merupakan aset
    yang dimiliki oleh instansi atau organisasi swasta maupun
    pemerintahan. Tanpa adanya dukungan sumber daya manusia yang
    handal dan professional aktivitas suatu kantor akan memberikan
    dampak yang sangat signifikan terhadap perkembangan atau
    pelayanan suatu organisasi.
  7. Kepemimpinan – Merupakan salah satu kunci dalam menentukan
    terciptanya efisiensi dan efektifitas kerja, serta peningkatan kerja
    bawahan. Pimpinan dapat berhasil mengelola suatu organisasi yang
    dikelolanya bila pimpinan yang dimaksud dapat berperan dengan
    baik. Seorang pemimpin harus melakukan kegiatan dalam hal
    membimbing, mengarahkan perilaku bawahannya pada suatu tujuan
    tertentu