Ciri-Ciri Pelayanan yang Baik


Menurut Kashmir ( 2005 : 33-39 ) Dalam praktiknya, pelayanan yang baik
memiliki ciri-ciri tersendiri dan hampir semua perusahaan menggunakan kriteria
yang sama untuk membentuk ciri-ciri pelayanan yang baik tersebut. Adapun ciri-
ciri pelayanan yang baik adalah sebagai berikut :

  1. Tersedianya karyawan yang baik.
    Kenyamanan pelanggan sangat tergantung dari karyawan yang melayaninya,
    oleh karena itu karyawan harus ramah, sopan dan menarik. Disamping itu,
    karyawan harus cepat tanggap, pandai bicara menyenangkan, mampu memikat
    dan mengambil hati pelanggan sehingga pelanggan semakin tertarik. Oleh
    karena itu, sebelum melayani pelanggan karyawan harus melalui pendidikan
    dan latihan khusus serta kualitas karyawan juga harus sesuai dengan standar
    perusahaan.
  2. Tersedianya sarana dan prasarana yang baik.
    Salah satu hal yang penting diperhatikan dalam melayani pelanggan selain
    kualitas dan kuantitas sumber daya manusia adalah sarana dan prasarana yang
    dimiliki perusahaan. Fasilitas yang dimiliki seperti ruang tunggu harus
    dilengkapi berbagai fasilitas yang mampu membuat pelanggan merasa nyaman
    atau betah dalam ruangan tersebut. Karena kelengkapan dan kenyamanan
    sarana dan prasarana ini akan membuat pelanggan merasa betah untuk
    berurusan dengan perusahaan.
  3. Bertanggung jawab kepada setiap pelanggan sejak awal samapai selesai.
    Bertanggung jawab kepada pelanggan sejak awal hingga selesai artinya dalam
    menjalankan kegiatan pelayanan karyawan harus mampu melayani dari awal
    sampai tuntas atau selesai. Pelanggan akan merasa puas jika pelanggan
    bertanggung jawab terhadap pelayanan yang diinginkannya. Resiko apabila
    ada pelanggan yang dilayani tidak secara tuntas akan menjadi preseden yang
    buruk bagi perusahaan. Pelanggan yang tidak puas akan selalu membicarakan
    hal-hal yang negatif tentang perusahaan.
  4. Mampu melayani secara cepat dan tepat.
    Mampu melayani secara cepat dan tepat artinya dalam melayani pelanggan
    diharapkan harus melakukannya sesuai prosedur. Layanan yang diberikan
    sesuai jadwal untuk pekerjaan tertentu dan jangan membuat kesalahan dalam
    arti pelayanan yang diberikan sesuai dengan standar perusahaan dan keinginan
    pelanggan. Melayani secara cepat artinya melayani dalam batasan waktu yang
    normal. Pelayanan untuk setiap transaksi sudah memiliki standar waktu.
    Proses pekerjaan harus sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan. Proses
    yang terlalu lama dan berbelit-belit akan membuat pelanggan menjadi tidak
    betah dan malas untuk menjalin kerjasama dan berhubungan kembali. Maksud
    ketepatan dalam hal ini adalah berusaha meminimalisir kesalahan dalam hal
    pembicaraan maupaun pekerjaan, karena kesalahan akan membuat pelanggan
    kesal yang menimbulkan anggapan perusahaan tidak profesional.
  5. Mampu berkomunikasi dengan baik.
    Mampu berkomunikasi artinya pemberi layanan harus mampu berbicara
    kepada setiap pelanggan, serta dengan cepat memahami keinginan pelanggan.
    Komunikasi harus dapat membuat pelanggan senang sehingga jika pelanggan
    memiliki masalah, pelanggan tidak segan-segan mengemukakannya kepada
    pemberi layanan.
  6. Memberikan Jaminan kerahasiaan setiap transaksi.
    Memberikan jaminan kerahasiaan setiap transaksi artinya pemberi layanan
    harus menjaga kerahasiaan pelanggan terutama yang berkaitan dengan
    keuangan dan pribadi pelanggan. Pada dasarnya, menjaga rahasia pelanggan
    sama artinya dengan menjaga rahasia perusahaan. Oleh karena itu, pemberi
    layanan harus mampu menjaga rahasia pelanggan terhadap siapapun, karena
    menjaga rahasia nasabah merupakan ukuran kepercayaan pelanggan kepada
    perusahaan.
  7. Memiliki kemampuan dan Pengetahuan yang baik.
    Pemberi layanan harus dididik khusus mengenai kemampuannya dan
    pengetahuannya untuk menghadapi pelanggan atau kemampuan dalam
    berkerja. Kemampuan dalam bekerja akan mampu mempercepat proses
    pekerjaan sesuai dengan waktu yang diinginkan.
    Demikian pula dengan ketepatan dan keakuratan pekerjaan juga terjamin.
    Dalam hal ini kualitas manusia tersebut perlu dididik sesuai dengan bidang
    pengetahuannya. Risiko dari ketidakmampuan dalam melayani pelanggan
    akan berakibat fatal yaitu keterlambatan dan ketidaktepatan pekerjaan
    sehingga membuat kesalahan dan tidak mampu melayani pelanggan.
  8. Berusaha memahami kebutuhan pelanggan.
    Berusaha memahami kebutuhan pelanggan artinya pemberi layanan harus
    cepat tanggap terhadap apa yang diinginkan oleh pelanggan. Petugas pemberi
    layanan harus lebih dulu berusaha untuk mengerti kemauan pelanggan dengan
    cara mendengar penjelasan, keluhan atau kebutuhan pelanggan secara baik
    agar pelayanan terhadap keluhan atau keinginan yang diharapkan pelanggan
    tidak salah.
  9. Mampu memberikan kepercayaan kepada pelanggan.
    Kepercayaan merupakan ujung tombak perusahaan untuk menjalankan
    aktivitasnya. Sekali pelayanan yang diberikan dapat memuaskan pelanggan,
    maka akan menimbulkan kepercayaan. Dengan demikian calon pelanggan
    mau menjadi pelanggan perusahaan yang bersangkutan karena telah memiliki
    kepercayaan terhadap produk atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan.