Berbicara tentang definisi atau pengertian dari kualitas akan
mendapatkan makna yang berbeda bagi setiap orang, karena kualitas
memiliki banyak kriteria dan sangat tergantung pada konteksnya.
Wijayanti (2018) menyatakan lima macam perspektif kualitas yang
berkembang. Adapun kelima macam perspektif kualitas tersebut
adalah:
1) Pendekatan transcendental (transcendental approach)
Dalam pendekatan ini kualitas dipandang sebagai keunggulan
bawaan (innate excellence), dimana kualitas dapat dirasakan
atau diketahui, tetapi sulit diartikan dan dioprasionalkan.
2) Pendekatan berbasis produk (product-based approach)
Pendekatan ini menganggap bahwa kualitas merupakan
karakteristik atau atribut yang dapat dikuantitatifkan dan
dapat diukur.
3) Pendekatan berbasis pengguna (user-based approach)
Didasarkan pada pemikiran bahwa kualitas tergantung pada
orang yang memandangnya sehingga produk yang paling
memuaskan preferensi seseorang (misalnya, kualitas yang
dirasakan [perceived quality] ) merupakan produk yang
berkualitas paling tinggi.
4) Pendekatan berbasis manufaktur (manufacturing-based
approach)
Perspektif ini bersifat berdasarkan pasokan (supply-based)
dan secara khusus memperhatikan praktik-praktik
perekayasaan dan kemanufakturan, serta mendefinisikan
kualitas sebagai kesesuaian atau kesamaan dengan
persyaratan (conformance to requirement).Penentu kualitas
dalam pendekatan ini adalah standar-standar yang ditetapkan
perusahaan, bukan oleh konsumen pengguna.
5) Pendekatan berbasis nilai (value-based approach)
Kualitas dalam perspektif ini bersifat relatif sehingga produk
yang paling bernilai adalah barang atau jasa yang paling tepat
untuk dibeli.
