Menurut Herlianto (2013;2) tujuan orang untuk melakukan investasi adalah untuk
mengembangkan dana yang dimiliki atau mengharapkan keuntungan di masa
depan. Tujuan investasi dibagi menjadi dua secara umum dan secara khusus,
secara umum tujuan investasi adalah sebagai berikut :
- Untuk memperoleh pendapatan yang tetap dalam setiap periode, antara lain
seperti bunga, royalti, deviden, atau uang sewa dan lain-lainnya. - Untuk membentuk suatu dana khusus, misalnya dana untuk kepentingan
ekspansi, kepentingan sosial. - Untuk mengontrol atau mengendalikan perusahaan lain, melalui kepemilikan,
kepentingan sosial. - Untuk menjamin tersedianya bahan baku dan mendapatkan pasar untuk
produk yang dihasilkan. - Untuk mengurangi persaingan di antara perusahaan-perusahaan yang sejenis.
- Untuk menjaga hubungan antar perusahaan.
Menurut Herlianto (2013;2) secara khusus tujuan seseorang melakukan
investasi adalah sebagai berikut : - Untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak di masa datang. Orang yang
bijaksana akan berfikir bagaimana meningkatkan taraf hidupnya dari waktu ke
waktu untuk mempertahankan tingkat pendapatannya sekarang agar tidak
berkurang di masa yang datang. - Untuk mengurangi tekanan inflansi, dimana dengan melakukan investasi
seseorang dapat menghindarkan diri dari risiko penurunan nilai kekayaan atau
hak miliknya akibat adanya pengaruh inflasi. Contoh : Jika suku bunga bank
5% per-tahun dan angka inflasi 10% per-tahun, maka secara jumlah uang kita
akan bertambah karena suku bunga. Tetapi secra nilai atau budaya beli uang
kita mengalami penurunan yang secara kasar adalah turun sekitar 5%. Oleh
karena itu, untuk mengantisipasinya kita harus melakukan investasi dengan
tingkat suku bunga lebih dari 10% atau minimal sama dengan tingkat inflasi. - Dorongan untuk menghemat pajak, dimana beberapa negara mendorong
tumbuhnya investasi di masyarakat melalui pemberian fasilitas perpajakan
kepada masyarat yang melakukan investasi pada bidang-bidang tertentu.
