Dalam analisis kredit atau analisis risiko keuangan, rasio Leverage
dibutuhkan seperti halnya dengan rasio likuiditas. Perhitungan rasio Leverage
biasanya digunakan sebagai pengambilan keputusan dalam menggunakan dana
yang bersumber dari ekuitas atau hutangnya yang akan memberikan pengaruh
bagi perusahaan. Untuk dapat melewati segala kemungkinan yang terjadi serta
memberikan banyak kegunaan bagi perusahaan, diharapkan pihak manajemen
dapat mengelola kedua sumber tersebut dengan baik.
Menurut (Kasmir, 2015) tujuan perusahaan menggunakan rasio solvabilitas
atau Leverage ratio dapat diuraikan sebagai berikut:
- Kreditor dapat mengetahui kondisi perseroaan terhadap liabilitasnya.
- Dengan terpenuhinya liabilitas yang bersifat tetap, maka perusahaan dinilai
mampu dalam menjalankannya. - Nilai aset tetap dengan ekuitas harus seimbang sehingga dapat dilakukan
penilaian. - Perhitungan aset perusahaan yang dibayarkan oleh hutang dapat dinilai
jumlahnya. - Besarnya pengaruh hutang perusahaan terhadap pengelolaan aset dapat dinilai
jumlahnya. - Liabilitas jangka panjang dijamin oleh setiap rupiah modal sendiri dengan cara
menilai atau mengukurnya. - Hutang yang akan jatuh tempo akan dinilai jumlahnya.
Selanjutnya, manfaat perusahaan menggunakan rasio solvabilitas atau
Leverage ratio dapat diuraikan sebagai berikut: - Kreditor dapat menganalisis kemampuan kondisi perseroan terhadap
liabilitasnya. - Dengan terpenuhinya liabilitas yang bersifat tetap, maka perusahaan dapat
menganalisisnya. - Nilai aset tetap dengan ekuitas harus seimbang sehingga dapat dilakukan
penganalisisan. - Perhitungan aset perusahaan yang dibayarkan oleh hutang dapat dianalisis
jumlahnya. - Besarnya pengaruh hutang perusahaan terhadap pengelolaan aset dapat
dianalisis jumlahnya. - Liabilitas jangka panjang dijamin oleh setiap rupiah modal sendiri dengan cara
menganalisis atau mengukurnya. - Hutang yang akan jatuh tempo akan dianalisis jumlahnya.
Pada dasarnya dengan analisis rasio Leverage , pembiayaan seperti
kemampuan dalam melunasi seluruh liabilitasnya harus diketahui perusahaan
dalam memperoleh suatu informasi. Pembiayaan tersebut meliputi hutang maupun
modalnya, sehingga manajer keuangan dituntut teliti dalam memberi kebijakan
yang dianggap perlu guna menyeimbangkan alternatif sumber pembiayaan yang
ada
