Variance return merupakan ukuran langsung dari volatilitas saham
perusahaan. Besarnya variance return dilihat dari pergerakan harga saham
di pasar. Hasil penelitian terdahulu Nabila (2012) menyatakan variance
return saham dapat menggambarkan naik turunnya harga saham di bursa
sehingga perdagangan akan aktif jika resikonya tinggi dan akan kurang
aktif jika resikonya rendah. Berbeda dengan penelitian Variance yang
besar akan membuat investor memiliki peluang yang besar untuk
mendapatkan keuntungan yang besar dari adanya perubahaan harga.
Seorang investor yang menyukai resiko (risk seeker) akan cenderung
meninvestasikan sahamnya pada perusahaan yang mempunyai variance
besar, karena investor meyakini saham-saham yang memiliki resiko tinggi
juga memiliki expected return yang tinggi. Akan tetapi jika investor tidak
menyukai resiko (risk averter) memperoleh keuntungan dari adanya
perubahan harga maka investor akan menjual sahamnya, dan periode
kepemilikan saham investor akan lebih singkat
