Pengaruh Kebijakan Hutang Terhadap Nilai Perusahaan


kebijakan hutang merupakan kebijakan perusahaan tentang seberapa
jauh perusahaan menggunakan hutang sebagai sumber pendanaan Pertiwi;
at al., (2016). Menurut Mayogi & Fidiana, (2016) Sumber pendanaan
didalam perusahaan dibagi menjadi dua kategori yaitu modal internal dan
modal eksternal, modal internal berasal dari laba ditahan, sedangkan modal
eksternal berasal dari para pemiik, peserta atau pengambil bagian dalam
perusahaan. Kebijakan hutang juga berkaitan dengan struktur modal.
Berdasarkan signalling theory Brigham & Houston, (2011) sesuatu
tindakan yang digunakan manajer bertujuan untuk memberi petunjuk bagi
investor guna mengetahui prospek pada perusahaan. Hal ini sejalan dengan
signalling theory ketika suatu perusahaan meningkat hutang dapat
dipandang sebagai perusahaan yang yakin dengan prospek perusahaan di
masa yang akan datang, jadi penambahan hutang dapat mebarikan tanda
atau sinyal positif pada perusahaan yang dapat membuat para investor
menghargai nilai saham lebih besar dari pada nilai yang tercatat pada neraca
perusahaan, sehingga PBV perusahaan tinggi dan nilai perusahaan tinggi
Purnama, (2016).